- Pemprov DKI menetapkan PJJ untuk seluruh satuan pendidikan sebagai respons cepat atas terjangan banjir ekstrem di Jakarta.
- Kebijakan ini berlaku resmi mulai 22 Januari hingga 28 Januari 2026 untuk menjaga keselamatan peserta didik.
- Kepala Satuan Pendidikan wajib memantau proses belajar mengajar daring dan berkomunikasi dengan wali murid.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan secara resmi menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah ibu kota.
Kebijakan krusial ini diambil sebagai respons cepat atas terjangan cuaca ekstrem yang memicu banjir di ratusan Rukun Tetangga (RT) serta puluhan ruas jalan utama Jakarta hingga Jumat (23/1/2026) pagi ini.
Instruksi tersebut tertuang secara formal dalam Surat Edaran Nomor 9/SE/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Karena Cuaca Ekstrem pada Satuan Pendidikan di Lingkungan Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan surat edaran yang dirilis pada Kamis (22/1/2026) tersebut, masa berlaku PJJ ditetapkan mulai saat ini hingga Rabu (28/1/2026) mendatang.
"Dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik," bunyi keterangan dalam surat edaran, yang menjelaskan alasan diberlakukannya PJJ.
Selama pelaksanaan PJJ, seluruh Kepala Satuan Pendidikan diwajibkan melakukan pendampingan sekaligus pemantauan intensif terhadap efektivitas proses belajar mengajar secara daring dari rumah masing-masing.
Pihak sekolah juga diinstruksikan untuk menjalin komunikasi dengan orang tua atau wali murid guna memastikan informasi transisi moda pembelajaran ini tersampaikan dengan baik.
Keputusan ini selaras dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah variabel paling fundamental dalam pengambilan kebijakan darurat.
"Kalau memang akan terulang kembali (banjir dan cuaca ekstrem), mudah-mudahan tidak ya. Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan (PJJ), terutama untuk anak-anak didik kita," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
Sebelumnya, intensitas hujan yang sangat tinggi telah membuat mobilitas warga terhambat akibat genangan air yang merayap di berbagai titik vital di lima wilayah kota administratif.
Dinas Pendidikan turut meminta sekolah segera memberikan alternatif pembelajaran jika ditemukan kendala teknis dengan berkoordinasi bersama Suku Dinas Pendidikan setempat.
Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan prediksi cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk meminimalisir risiko yang mengintai warga sekolah.
Berita Terkait
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir, 125 RT dan 14 Ruas Jalan Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi
-
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem! Ribuan Pompa dan Pasukan Biru Dikerahkan untuk Tangani Banjir
-
Banjir Karawang Belum Surut, 1.033 Keluarga Terdampak
-
Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
-
Banjir Sebabkan Macet Parah di Jakarta, Polisi Sebut Tiga Titik Paling Krusial Ini
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari
-
Presiden Prancis Ingatkan Donald Trump, Menggulingkan Rezim Iran Tak Semudah Menjatuhkan Bom
-
Demi Jaga Hukum Internasional, Puan Desak PBB Segera Bertindak Atasi Konflik AS-Israel Vs Iran
-
Dampak Harga Minyak Dunia Naik Mulai Terasa, di Sini BBM Sudah Batasi, SPBU Antre, dan Kampus Libur
-
Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern
-
Kemlu RI Kawal Kepulangan 32 WNI dari Iran, Ini Jadwal Kedatangannya
-
Puan Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
-
Angka Kekerasan di Jakarta Tembus 35 Ribu Kasus, Pemprov DKI Diminta Segera Cari Solusi
-
Uji Publik Batas Nikotin dan Tar Digelar, Pemerintah Klaim Dengarkan Kekhawatiran Industri Tembakau
-
Iran Ancam Balik Militer AS yang Berencana Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz: Kami Tunggu!