- Tanah longsor terjadi dua kali di Gang Johar, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipicu hujan deras, merusak sebagian bangunan rumah korban.
- Longsor pertama pada Kamis malam meruntuhkan rumah keluarga empat jiwa; longsor susulan Jumat pagi melukai pemilik rumah, Mulyana.
- Aparat setempat telah mengamankan barang korban dan Lurah akan membongkar sisa bangunan yang sudah tidak layak huni.
Suara.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Ibu Kota tidak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga memicu tanah longsor di kawasan permukiman warga. Peristiwa ini terjadi di Gang Johar, Jalan Moch Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Tanah longsor dilaporkan terjadi sebanyak dua kali. Longsor pertama terjadi pada Kamis (22/1/2026) pukul 18.30 WIB, yang mengakibatkan sebagian bangunan rumah yang terletak di pinggiran sungai runtuh.
Rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga yang terdiri dari empat orang, yakni pasangan lansia berusia sekitar 60 tahun dan dua anak laki-laki berusia sekitar 25 tahun.
Pihak kelurahan dan aparat setempat, termasuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Babinsa, hingga petugas Damkar Srengseng Sawah, telah melakukan penanganan sejak Kamis malam dengan mengamankan barang-barang berharga milik korban.
longsor susulan kembali terjadi pada Jumat (23/1/2026) pagi pukul 09.10 WIB. Kejadian ini melukai pemilik rumah, Mulyana atau yang akrab disapa Pak Ujang.
Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban sedang berusaha meruntuhkan sisa dinding yang menggantung di area terdampak.
"Dia (korban) lagi mengetok-ngetok bongkahan tembok yang sudah miring. Padahal sudah disuruh nunggu tukang, tapi ngga sabar," ujar Tifa, salah seorang warga setempat.
Akibat kejadian tersebut, Mulyana langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, anggota keluarga lainnya saat ini mengungsi ke rumah tetangga guna menghindari risiko longsor susulan lebih lanjut.
Baca Juga: Jakarta Siaga! Banjir Kiriman Bogor Hantam Kebon Pala, Air Naik 1,3 Meter
Lurah Srengseng Sawah, Sunardi, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dengan membongkar sisa bangunan tersebut karena kondisinya sudah tidak layak huni dan membahayakan.
"Saya juga mau TL untuk merubuhkan bangunannya," Ujar Sunardi Lurah Serengseng sawah saat dijumpai Suara.com, Jumat (23/1/2026).
Sunardi juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran kali untuk lebih waspada dan menaati aturan pemukiman. Menurutnya, rumah di pinggiran kali memiliki risiko tinggi.
"Kita berharap keluarga masyarakat taat aturan terhadap bantaran kali, kalo kaya gini kan rawan dan tentu resiko juga untuk masyarakat" tegas Sunardi.
Pihak lurah juga sudah menginstruksikan ke pihak RT dan RW setempat, untuk masyarakatnya tetap berhati hati, terutama yang tinggal di bantaran kali.
"Sudah disampaikan ke RT dan RW untuk warga masyarakatnya hati hati di bantaran kali karena cuaca ekstrem yang luar biasa," tutup Sunardi. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Jakarta Siaga! Banjir Kiriman Bogor Hantam Kebon Pala, Air Naik 1,3 Meter
-
Pengemudi Mobil Tewas Saat Macet Horor Banjir Jakarta, Pramono Sampaikan Duka Cita
-
Banjir Kepung Jakarta: Puluhan Rute Transjakarta dan Mikrotrans Setop Operasi, Ini Daftarnya
-
Banjir Masih Menggenang, Daftar Rute Transjakarta yang Setop Operasi dan Dialihkan Pagi Ini
-
Longsor Terjang Jagakarsa, Dua Rumah Rusak dan Harta Benda Hanyut ke Kali
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat: Ada Palestina, Filipina, hingga Saint Lucia
-
Anak Rentan Terpapar Bahaya Dunia Maya, Pemerintah Minta Orang Tua Jadi Pelindung
-
Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja
-
KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan
-
Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas
-
Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar
-
Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?
-
Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital
-
Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit