- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi kritik kegagalan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) setelah tiga kali banjir Januari 2026.
- Pramono menjelaskan OMC adalah mitigasi jangka pendek, sementara akar masalah banjir adalah penyempitan aliran sungai yang memerlukan normalisasi.
- Normalisasi sungai seperti Ciliwung dan Krukut akan dipercepat meski berisiko sosial dan membutuhkan anggaran besar.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang kritik atas efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dinilai gagal membendung banjir di ibu kota.
Kegiatan penyemaian garam itu menjadi sorotan tajam setelah Jakarta diterjang tiga kali banjir dalam waktu yang berdekatan, yakni pada tanggal 12, 18, dan 22 Januari 2026.
Kritik bahkan sempat datang langsung dari Komisi A DPRD DKI Jakarta, yang menyinggung tentang timing atau waktu pelaksanaan OMC yang diyakini belum tepat.
Menanggapi hal itu, Pramono menegaskan bahwa persoalan banjir Jakarta yang sudah menahun tidak bisa diselesaikan secara instan layaknya sebuah keajaiban.
"Memang ini tidak bisa dalam jangka pendek, bim salabim, selesai. Ini perlu waktu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Politisi PDIP ini menjelaskan bahwa langkah modifikasi cuaca yang selama ini ditempuh hanyalah upaya mitigasi untuk meredam faktor alam yang tidak bisa diprediksi secara mutlak.
"Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek, karena cuacanya ini kan given, alam yang memberikan," tuturnya.
Menurutnya, akar masalah banjir di Jakarta jauh lebih pelik daripada sekadar curah hujan, yakni adanya penyempitan aliran sungai atau bottleneck yang menghambat laju air menuju muara.
"Di beberapa sungai, harus dilakukan normalisasi," ungkap Pramono.
Baca Juga: Bukan Hujan Biasa: Menakar Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Hidrometeorologi
Sebagai solusi jangka panjang, ia menyatakan telah menginstruksikan percepatan proyek normalisasi di sejumlah titik sungai utama yang sebelumnya sempat terhenti.
"Saya sekarang sudah memulai untuk normalisasi Ciliwung yang tidak pernah dilakukan dulu. Normalisasi Krukut yang tidak dilakukan. Normalisasi Kali Cakung Lama yang tadi sudah saya putuskan. Dulu tidak dilakukan," tegas Pramono.
Eks Sekretaris Kabinet itu menyadari sepenuhnya bahwa langkah normalisasi merupakan kebijakan yang penuh risiko, serta memerlukan alokasi anggaran yang sangat besar.
Ia juga memprediksi akan ada gesekan sosial yang terjadi di lapangan karena proyek ini berkaitan erat dengan penataan kawasan pemukiman di bantaran sungai.
"Ini pasti nggak populer. Pasti nanti di lapangan mau tidak mau, suka tidak suka, ada singgungannya," jelas Pramono.
Kendati kebijakan itu berpotensi menuai kontroversi dan menurunkan popularitasnya, Pramono mengaku tidak gentar demi menuntaskan masalah banjir Jakarta secara menyeluruh.
"Nggak apa-apa dikritik, kami tetap akan menangani itu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Hujan Biasa: Menakar Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Hidrometeorologi
-
Hujan Deras Jakarta Picu Longsor di Jagakarsa, Satu Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Jakarta Siaga! Banjir Kiriman Bogor Hantam Kebon Pala, Air Naik 1,3 Meter
-
Pengemudi Mobil Tewas Saat Macet Horor Banjir Jakarta, Pramono Sampaikan Duka Cita
-
Banjir Kepung Jakarta: Puluhan Rute Transjakarta dan Mikrotrans Setop Operasi, Ini Daftarnya
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun