- Banjir di Jakarta pada Jumat (23/1/2026) merendam 143 RT dan melumpuhkan 16 ruas jalan strategis.
- BPBD DKI Jakarta menyatakan curah hujan tinggi menjadi penyebab utama meluapnya sungai dan genangan meluas.
- Personel dikerahkan untuk pemantauan dan koordinasi lintas dinas guna percepatan penyedotan genangan air.
Suara.com - Kondisi banjir yang mengepung Ibu Kota semakin mengkhawatirkan. Hingga Jumat (23/1/2026) siang, genangan air dilaporkan terus meluas hingga merendam 143 Rukun Tetangga (RT) dan melumpuhkan sedikitnya 16 ruas jalan strategis di berbagai wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan eskalasi banjir ini dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi sungai yang sudah tidak mampu menampung debit air.
"Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Isnawa menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis malam hingga Jumat pagi menjadi biang keladi utama. Akibatnya, sejumlah titik yang sebelumnya aman kini ikut tergenang.
Ketinggian air bervariasi, namun di beberapa lokasi mencapai level yang sangat membahayakan. Di Jakarta Barat, misalnya, wilayah Kelurahan Kosambi dan Rawa Buaya dilaporkan terendam air hingga lebih dari satu meter. Kondisi serupa juga terjadi di Jakarta Selatan, tepatnya di Kelurahan Cipulir, di mana ketinggian air bahkan mencapai 120 sentimeter atau 1,2 meter.
"Kami mencatat saat ini terdapat 143 RT dan 16 ruas jalan tergenang," ujarnya.
Menghadapi situasi darurat ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan seluruh personel untuk melakukan pemantauan intensif di setiap wilayah terdampak. Koordinasi lintas dinas juga terus dilakukan, melibatkan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk mempercepat proses penyedotan genangan dan memastikan seluruh tali air berfungsi optimal.
Berikut adalah rincian 143 RT yang terdampak banjir di lima wilayah kota administrasi, berdasarkan data terbaru BPBD DKI Jakarta:
Jakarta Barat (40 RT)
Baca Juga: Update Terkini Banjir Jakarta: Semakin Parah, Sudah 143 RT Tergenang, Tinggi Air Capai 1,2 Meter
- Kel. Duri Kosambi: 5 RT (Ketinggian: 50-120 cm)
- Kel. Kapuk: 3 RT (Ketinggian: 50-65 cm)
- Kel. Kedaung Kali Angke: 8 RT (Ketinggian: 80 cm)
- Kel. Rawa Buaya: 7 RT (Ketinggian: 45-120 cm)
- Kel. Kedoya Selatan: 4 RT (Ketinggian: 75 cm)
- Kel. Kedoya Utara: 7 RT (Ketinggian: 15-80 cm)
- Kel. Sukabumi Utara: 1 RT (Ketinggian: 60 cm)
- Kel. Kembangan Selatan: 1 RT (Ketinggian: 35 cm)
- Kel. Kembangan Utara: 2 RT (Ketinggian: 70 cm)
- Kel. Meruya Selatan: 1 RT (Ketinggian: 60 cm)
- Kel. Kota Bambu Selatan: 1 RT (Ketinggian: 50 cm)
Jakarta Selatan (66 RT)
- Kel. Pondok Labu: 1 RT (Ketinggian: 30 cm)
- Kel. Petogogan: 26 RT (Ketinggian: 30 cm)
- Kel. Cipulir: 1 RT (Ketinggian: 120 cm)
- Kel. Pondok Pinang: 4 RT (Ketinggian: 40 cm)
- Kel. Kuningan Barat: 8 RT (Ketinggian: 30-40 cm)
- Kel. Pela Mampang: 9 RT (Ketinggian: 75 cm)
- Kel. Duren Tiga: 1 RT (Ketinggian: 40 cm)
- Kel. Rawajati: 3 RT (Ketinggian: 30-40 cm)
- Kel. Cilandak Timur: 2 RT (Ketinggian: 40-70 cm)
- Kel. Pejaten Timur: 3 RT (Ketinggian: 50 cm)
- Kel. Ulujami: 8 RT (Ketinggian: 70 cm)
Jakarta Timur (30 RT)
- Kel. Rawa Terate: 1 RT (Ketinggian: 80 cm)
- Kel. Bidara Cina: 4 RT (Ketinggian: 40-60 cm)
- Kel. Cipinang Muara: 2 RT (Ketinggian: 60 cm)
- Kel. Kampung Melayu: 4 RT (Ketinggian: 75-100 cm)
- Kel. Cipinang Melayu: 15 RT (Ketinggian: 30-90 cm)
- Kel. Makasar: 4 RT (Ketinggian: 30 cm)
Jakarta Pusat (5 RT)
- Kel. Bendungan Hilir: 5 RT (Ketinggian: 40 cm)
Jakarta Utara (2 RT)
- Kel. Kapuk Muara: 2 RT (Ketinggian: 40 cm)
Daftar 16 Ruas Jalan Tergenang Banjir
Selain pemukiman, banjir juga melumpuhkan akses di sejumlah jalan utama:
Berita Terkait
-
Update Terkini Banjir Jakarta: Semakin Parah, Sudah 143 RT Tergenang, Tinggi Air Capai 1,2 Meter
-
Banjir Rendam Cikarang Utara, Dapur Lapangan Brimob Layani Warga Terdampak
-
Jakarta Dikepung Banjir Meski Ada Modifikasi Cuaca, Pramono Anung: Bukan Bim Salabim Selesai
-
Bukan Hujan Biasa: Menakar Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Hidrometeorologi
-
Hujan Deras Jakarta Picu Longsor di Jagakarsa, Satu Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
-
Aksi Jual Asing Marak, Saham BBCA Sudah 'Diskon' Hampir 10 Persen
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
Terkini
-
Langit Bogor 'Ditaburi' 800 Kg Kalsium Oksida, Operasi Cegat Hujan Ekstrem untuk Jakarta
-
Aksi Sadis Bapak-Anak Siksa Monyet di NTT Berakhir di Bui, Videonya Bikin Netizen Murka
-
Lompatan Mimpi Anak-Anak Pluit di Gang Sempit yang Menjadi Arena Akrobatik
-
Maut di Lintasan Tanpa Palang, Satu Keluarga Tewas di Tebing Tinggi
-
DPR Beri 'Lampu Hijau' Pegawai Inti SPPG Jadi ASN: Tapi Tetap Harus Penuhi Kriteria
-
Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah
-
Sempat Hilang Saat Lonceng Steril, Warga Binaan Rutan Cipinang Ditemukan Tewas Tergantung
-
Update Terkini Banjir Jakarta: Semakin Parah, Sudah 143 RT Tergenang, Tinggi Air Capai 1,2 Meter
-
Banjir Rendam Cikarang Utara, Dapur Lapangan Brimob Layani Warga Terdampak
-
Dito Sebut Kemungkinan Diperiksa KPK Soal Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi