News / Nasional
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:35 WIB
Arsip - Presiden Prabowo Subianto melakukan potong tumpeng saat menyambangi Wisma Danantara Indonesia yang kini resmi menjadi kantor Badan Pengelola Investasi Danantara. (Foto dok. Presiden)
Baca 10 detik
  • Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, mengklarifikasi tafsir media yang mengutip sebagian pernyataannya dari dua podcast baru-baru ini.
  • Ali menegaskan fokusnya adalah membahas hubungan harmonis antara Presiden Jokowi dan Prabowo, serta memuji kapasitas Gibran sebagai pendamping.
  • Ia meluruskan spekulasi Pilpres 2029, menyatakan fokus utama saat ini adalah kinerja pemerintahan dan kesinambungan kepemimpinan nasional.

Suara.com - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, memberikan klarifikasi terkait berbagai tafsir yang berkembang di masyarakat menyusul pernyataannya dalam dua podcast baru-baru ini.

Menurutnya, pernyataan tersebut telah dikutip secara parsial oleh sejumlah media sehingga memunculkan asumsi yang tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.

Ia menegaskan bahwa dalam dua podcast tersebut, dirinya secara konsisten membahas hubungan harmonis antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Ali juga menyoroti kesinambungan kepemimpinan nasional yang tercermin dalam duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyayangkan adanya judul pemberitaan yang berpotensi menggiring opini publik karena tidak mencerminkan keseluruhan isi percakapan.

“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” ujar Ahmad Ali dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Suara.com, Sabtu (24/1/2026) malam.

Lebih lanjut, Ali justru memberikan pujian terhadap Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, Gibran merupakan sosok Wakil Presiden yang memiliki potensi besar serta kapasitas yang mumpuni untuk mendampingi Prabowo.

“Mas Gibran punya pengalaman, punya akar rumput, dan punya dedikasi kerja. Itu kualitas yang nyata,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pemilihan Gibran sebagai pendamping Prabowo didasarkan pada pertimbangan matang mengenai kecocokan serta kemampuan untuk membangun bangsa ke depan.

Baca Juga: PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar

"Pak Prabowo tentu tidak akan memilih pendamping yang tidak punya kapasitas. Kalau hari ini Mas Gibran mendampingi beliau, itu karena dinilai mampu dan punya potensi,” lanjutnya.

Ali juga meluruskan spekulasi yang mengaitkan pernyataannya dengan kontestasi politik Pilpres 2029. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah kinerja pemerintahan untuk rakyat, bukan mengenai persaingan politik di masa depan.

“Pak Prabowo ingin bekerja untuk Indonesia. Beliau belum memikirkan 2029. Soal politik ke depan, itu nanti saja kita lihat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ali menekankan bahwa substansi pembicaraannya dalam podcast tersebut adalah penguatan kerja sama dan kesinambungan kepemimpinan. Ia berharap publik tidak terjebak dalam ruang spekulasi atau narasi konflik politik yang tidak produktif.

Ia juga menekankan harapan agar media dan masyarakat dapat menyerap informasi secara utuh dan proporsional. Hal ini penting dilakukan guna menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan iklim politik nasional.

Load More