- Menko PMK Pratikno pada Minggu (25/1/2026) di Bandung Barat perintahkan operasi SAR pencarian 83 korban longsor non-stop.
- Pemerintah mengaktifkan lima kluster penanganan bencana meliputi SAR, kesehatan, logistik, perlindungan sosial, dan infrastruktur.
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membahas rencana relokasi warga terdampak tanah longsor di Desa Pasirlangu.
Suara.com - Pemerintah pusat turun tangan penuh dalam tragedi tanah longsor yang memorak-porandakan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen total pemerintah untuk mempercepat seluruh proses penanganan bencana yang memilukan ini.
Di tengah duka yang menyelimuti, Pratikno memastikan negara hadir secara maksimal. Fokus utama tidak hanya pada pencarian korban yang masih tertimbun, tetapi juga mencakup perlindungan ribuan pengungsi hingga langkah mitigasi untuk mencegah bencana susulan yang bisa mengancam lebih banyak nyawa.
Dengan angka korban yang masih dalam pencarian mencapai puluhan jiwa, Menko PMK memberikan perintah tegas agar operasi pencarian tidak berhenti sedetik pun. Tim gabungan diminta bekerja siang dan malam menembus timbunan longsor.
“Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian,” kata Pratikno saat meninjau lokasi di Bandung Barat, Minggu (25/1/2026).
Untuk memastikan penanganan berjalan sistematis dan komprehensif, Pratikno memaparkan strategi lima kluster yang telah diaktifkan pemerintah di lokasi bencana.
Pertama, Kluster Pencarian dan Pertolongan (SAR), yang menjadi ujung tombak operasi di bawah komando Basarnas. Kluster ini diperkuat oleh personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan BNPB, serta didukung oleh ratusan relawan kemanusiaan yang tak kenal lelah.
Kedua, Kluster Kesehatan. Kluster ini menjadi garda terdepan dalam penanganan medis para korban selamat dan pengungsi. Sejumlah pos kesehatan didirikan dan beroperasi penuh untuk memberikan pertolongan pertama hingga perawatan lanjutan.
Layanan psikososial atau trauma healing juga menjadi prioritas untuk memulihkan kondisi kejiwaan para penyintas, terutama anak-anak.
Baca Juga: Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua
“Kemudian kluster kesehatan. Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam, didukung sejumlah ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga. Layanan trauma healing juga disediakan bagi para korban terdampak,” katanya sebagaimana dilansir Antara.
Ketiga, Kluster Logistik, yang bertugas sebagai 'dapur pacu' untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi tanpa terkecuali. Mulai dari sembako, makanan siap saji, air bersih, selimut, hingga kebutuhan spesifik bayi dan lansia terus didistribusikan secara berkala.
Keempat, Kluster Perlindungan Sosial. Di bawah koordinasi Kementerian Sosial, Dinas Sosial, serta BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat, kluster ini fokus pada pendataan, pendampingan, dan penyaluran bantuan bagi para korban dan keluarga yang terdampak langsung.
“Kluster terakhir adalah kluster infrastruktur yang berfokus pada pencegahan bencana lanjutan serta penyediaan fasilitas pendukung bagi warga terdampak,” kata dia.
Lebih jauh, Pratikno mengungkapkan bahwa penanganan bencana ini juga mendapat perhatian serius dari pimpinan tertinggi. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut telah membahas secara khusus rencana relokasi warga bersama Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat.
Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk memindahkan warga dari zona merah rawan bencana.
“Pada kesempatan ini, Bapak Wakil Presiden juga telah membahas bersama Wakil Gubernur dan Bupati terkait rencana relokasi, termasuk percepatan identifikasi lahan,” kata Pratikno.
Berita Terkait
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua
-
Korban Longsor Gunung Burangrang Bertambah jadi 10 Orang
-
Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari
-
Longsor di Bandung Barat: 89 Warga Diduga Tertimbun, DPR Desak Basarnas Gerak Cepat
-
Viral di Medsos, Lisa BLACKPINK Disebut Syuting Film di Bandung Barat
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan