- Pj Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menanggapi cepat longsor di Cisarua, Bandung Barat dengan bantuan tunai Rp10 juta per KK.
- Bantuan dana tersebut bertujuan agar pengungsi segera menempati tempat layak huni selama dua bulan ke depan.
- Per Sabtu (24/1/2025), bencana longsor telah menimbun 30 rumah, 5 meninggal, dan 85 warga masih dinyatakan hilang.
Suara.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bergerak cepat menangani dampak bencana longsor dahsyat yang menerjang lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Tak ingin warga berlama-lama dalam ketidakpastian di posko, KDM menyiapkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta untuk setiap Kepala Keluarga (KK).
Bantuan ini dialokasikan agar para pengungsi bisa segera mencari tempat tinggal sementara yang lebih layak dan memenuhi kebutuhan pokok selama dua bulan ke depan.
“Nanti sepuluh jutaan per kepala keluarga untuk ngontrak dulu di mana terserah,” ujar Dedi saat meninjau langsung lokasi bencana di Bandung Barat, Sabtu (24/1/2025).
Menghindari Tekanan Psikologis
Dedi menekankan bahwa kesehatan mental para penyintas menjadi prioritas. Menurutnya, berdiam terlalu lama di posko pengungsian yang serba terbatas justru berisiko memperburuk kondisi kesehatan dan psikologis warga.
“Kalau di sini tambah stres jadi penyakit,” tegasnya.
Instruksi khusus pun langsung diberikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, untuk segera mencairkan alokasi anggaran tersebut.
Dengan terjaminnya kebutuhan dasar warga, KDM berharap tim di lapangan bisa melipatgandakan fokus pada proses evakuasi korban yang masih hilang serta percepatan pemulihan infrastruktur.
Baca Juga: Mentan Keseleo Lidah, Sebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bukan KDM, Langsung Istighfar dan Minta Maaf
“Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita akan fokus recovery bencananya, menyelesaikan penanganan pencarian korban yang masih tertimbun,” jelas Dedi.
Update Pencarian Korban
Terkait proses evakuasi yang terus berjalan di tengah material longsor, Dedi mengonfirmasi adanya perkembangan signifikan dalam pencarian warga.
“Yang ditemukan tadi tiga, satu lagi jadi empat, kemudian ada dua lagi yang diangkat. Jadi ada enam,” ungkapnya memerinci jumlah korban yang berhasil dievakuasi.
Bencana longsor ini terjadi pada Sabtu dini hari di kawasan lereng Gunung Burangrang, menghantam permukiman di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda. Data terbaru dari Posko Desa Pasirlangu mencatat dampak yang memilukan: 30 unit rumah tertimbun total.
Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 113 jiwa dari 34 KK terdampak. Dari jumlah tersebut, 23 orang dinyatakan selamat, lima orang meninggal dunia, dan petugas masih terus berpacu dengan waktu untuk mencari 85 warga lainnya yang dilaporkan hilang. (Antara)
Berita Terkait
-
Saat Materi Pandji Pragiwaksono Jadi Urusan Polisi, Para 'Korban' Roasting Malah Santai Banget
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas
-
Said Iqbal Kritik Keras Dedi Mulyadi: Jangan Jawab Kebijakan Upah Buruh dengan Konten Medsos!
-
BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok