- Capt. Andy Dahananto, pilot ATR 42-500, meninggal dunia setelah kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Maros.
- Beliau dikenal sahabatnya sebagai sosok sangat loyal dan berdedikasi penuh pada Indonesia Air Transport.
- Jenazah korban kecelakaan berhasil dievakuasi dan dimakamkan di TPU Ranca Sadang, Tangerang, pada Ahad.
Suara.com - Dunia penerbangan Indonesia berduka atas berpulangnya Capt. Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.
Di mata para sahabat, mendiang bukan sekadar penerbang senior, melainkan simbol dedikasi luar biasa yang jarang ditemukan di era modern.
Capt. Djarot Harnanto, sahabat karib almarhum sejak masa pendidikan, mengenang Andy sebagai sosok yang memiliki loyalitas tanpa batas—baik terhadap profesi maupun instansi tempatnya bernaung.
"Luar biasa, beliau (Andy Dahananto) orang yang sangat loyal terhadap profesi dan instansi. Beliau orang yang punya dedikasi dan loyalitas yang luar biasa," ungkap Capt. Djarot saat ditemui di Tangerang, Banten, Minggu (25/1/2026).
Jejak Kesetiaan di Satu Maskapai
Persahabatan keduanya bermula di kawah candradimuka Juanda Flying School pada tahun 1985-1987. Sebagai rekan satu angkatan dan teman sekamar di asrama, Djarot mengenal betul karakter Andy yang cerdas namun tetap rendah hati.
"Mendiang Andy Dahananto adalah sosok figur orang yang menyenangkan. Dia terkesan humoris, lucu, 'smart' dan sangat santun orangnya," kenang Djarot.
Satu hal yang membuat Djarot kagum adalah rekam jejak karier Andy. Sejak lulus sekolah penerbangan hingga akhir hayatnya, Andy tetap setia mengabdi di Indonesia Air Transport (IAT). Di tengah tren pilot yang kerap berpindah maskapai demi tawaran yang lebih menggiurkan, Andy memilih untuk bertahan.
"Contoh, setelah lulus tahun itu sampai sekarang beliau tidak pernah pindah-pindah. Jadi sangat luar biasa, makanya menurut saya salah satu posisi yang sangat pantas (menjadi panutan)," tambahnya.
Baca Juga: DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
Canda 'Shampo Kecap' dan Panggilan Video Terakhir
Di balik seragam pilotnya yang gagah, Andy adalah pria humoris yang kerap menjadi sasaran kejahilan sahabatnya. Djarot tertawa kecil saat menceritakan kenangan masa asrama, ketika ia menjahili Andy yang sering memakai shamponya.
"Jadi intinya kami berdua bersahabat itu saling bercanda saja. Sampai sudah tua juga begitu. Karena beliau sosok figur yang saya tidak pernah ada seumur-umur hidup saya," tuturnya penuh haru.
Sebelum tragedi di Gunung Bulusaraung terjadi, komunikasi di antara mereka masih terjalin hangat melalui grup percakapan video. Mereka sempat bertukar kabar mengenai kondisi dunia penerbangan saat ini.
"Beberapa minggu sebelumnya, kami satu grup itu memang sedikit lumayan aktif. Tapi Insya Allah, beliau gugur saat menjalankan tugas," ujar Djarot.
Perjalanan Terakhir Menuju Keabadian
Berita Terkait
-
Momen Haru Pelepasan Jenazah Korban Pesawat ATR-42-500, Menteri KKP Sempat Pingsan
-
Penyebab Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Wamen Didit Ungkap Kondisinya
-
Menteri Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya