- Gubernur DKI Jakarta meninjau pengerukan Kali Sepak pada Senin (26/1/2026) merespons peringatan dini BMKG tentang potensi hujan tinggi.
- Tantangan utama Jakarta adalah keterbatasan daya tampung air yang hanya mampu menampung curah hujan hingga 150 milimeter per hari.
- Pemprov DKI mengerahkan ratusan alat berat dan menginstruksikan modifikasi cuaca, serta mempersiapkan normalisasi tiga sungai besar.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung proses pengerukan Kali Sepak di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (26/1/2026).
Langkah peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Dari data BMKG, ada kemungkinan besok itu juga curah hujannya tinggi," kata Pramono di lokasi pengerukan.
Politisi PDIP ini memaparkan bahwa tantangan terbesar Jakarta saat ini adalah keterbatasan daya tampung air atau catchment area yang belum ideal.
Ia mengungkapkan bahwa kapasitas Jakarta dalam menghadapi curah hujan harian masih memiliki ambang batas tertentu, meskipun pengerukan sedimen terus digalakkan.
"Persoalannya adalah karena catchment-nya ini tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya, nggak ada tambahan sedimen, itu di Jakarta ini cuma mampu menampung untuk curah hujan 150 milimeter per hari. Sehingga dengan demikian, kalau tanggal 12, tanggal 18, dan juga tanggal 22 kemarin banjir, tanggal 22 sebenarnya average-nya kurang lebih 150, tapi 8 jam, dan kemudian ada pengiriman juga dari hulu," urai Pramono
Kali Sepak sendiri, menurutnya, adalah salah satu aliran sungai yang memegang peranan vital dalam mengontrol debit air di wilayah Jakarta Barat yang rawan banjir.
"Ini muaranya lintas provinsi, sehingga dengan demikian ini salah satu muara utama selain Kali Pesanggrahan, Mookervart, Angke, dan sebagainya," papar Pramono lagi.
Tak hanya di Kali Sepak saja, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengerahkan ratusan alat berat di berbagai titik rawan untuk memperlancar aliran air. "Ada 200 eskavator di lima wilayah, di sini aja tadi ada tiga," beber Pramono.
Baca Juga: Jalan Jakarta Dikepung Lubang Usai Hujan Deras, Pramono: Sampai 27 Januari Belum Bisa Diperbaiki
Selain pengerukan kali, Pramono kembali menginstruksikan jajarannya untuk melakukan modifikasi cuaca guna menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang belum selesai.
"Untuk besok, saya juga sudah memerintahkan sekali lagi untuk dilakukan modifikasi cuaca, supaya dampaknya tidak seperti yang tidak kita harapkan," jelasnya.
Eks Sekretaris Kabinet ini berharap, segala upaya mitigasi yang dilakukan secara simultan tersebut dapat meminimalkan risiko bencana bagi warga Jakarta.
Sambil di waktu bersamaan, proses normalisasi tiga sungai besar yang ada di Jakarta juga mulai dipersiapkan sebagai program jangka menengah pengendalian banjir.
"Yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua Krukut, yang ketiga adalah Cakung Lama. Saya sudah minta untuk segera ini diputuskan," pungkas Pramono.
Berita Terkait
-
Jalan Jakarta Dikepung Lubang Usai Hujan Deras, Pramono: Sampai 27 Januari Belum Bisa Diperbaiki
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Hari Kesembilan OMC, BPBD DKI Intensifkan Mitigasi Cuaca Ekstrem Lewat Tiga Penerbangan
-
Kiriman Air dari Tangerang Bikin Banjir di Jakbar Terparah, Pramono Tambah Pompa dan OMC
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
-
Banser Bakar Baju Usai Gus Yaqut Pakai Rompi Oranye Tahanan: KPK Zhalim!
-
Usai Diperiksa dalam Kasus Haji, Gus Yaqut Ditahan KPK dan Tutupi Borgol Pakai Buku
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
Terkini
-
TNI Kerahkan 105.365 Personel dan 3.501 Alutsista untuk Amankan Mudik Lebaran 2026
-
Nadiem Makarim Jadi Saksi Mahkota, Bantah Tuduhan Konspirasi Hingga Klarifikasi Pesan WhatsApp
-
DUAAARRRR Bandara Kuwait Hancur Diterjang Bom Drone Iran Saat Eskalasi Perang Timur Tengah Memanas
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
-
Pastikan Stok BBMLPG Aman saat Lebaran, Kapolri: Tak Usah Panic Buying
-
Kapolri Wanti-wanti Cuaca Ekstrem Saat Mudik, Jajaran Diminta Siaga Bencana
-
Dishub DKI: Puncak Arus Mudik Lebaran Jakarta Bisa Terjadi Dua Kali
-
Rocky Gerung Sentil Apologi Bahlil Soal Ijazah dan Ingatkan Potensi Krisis Akibat Geopolitik Global
-
Banser Bakar Baju Usai Gus Yaqut Pakai Rompi Oranye Tahanan: KPK Zhalim!
-
Usai Diperiksa dalam Kasus Haji, Gus Yaqut Ditahan KPK dan Tutupi Borgol Pakai Buku