- BPBD DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca kesembilan untuk mitigasi bencana hidrometeorologi pada Sabtu, 24 Januari 2026.
- Operasi melibatkan tiga penerbangan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 untuk menyemai awan di Bekasi dan Bogor.
- Penyemaian awan dilakukan dengan bahan kalsium oksida 800 kg di ketinggian berbeda guna mengendalikan potensi hujan lebat.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi. Pada hari kesembilan pelaksanaan, operasi dilakukan melalui tiga kali penerbangan untuk mengendalikan potensi hujan lebat yang berisiko menimbulkan banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, seluruh rangkaian OMC dilaksanakan berdasarkan analisis atmosfer dan pemantauan cuaca yang dilakukan secara intensif agar penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman.
"Seluruh pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif, sehingga penyemaian ke awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman," kata Isnawa Adji di Jakarta, Sabtu.
Isnawa menjelaskan, pelaksanaan OMC pada hari kesembilan ini merupakan bagian dari langkah mitigasi dini dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut. BPBD DKI Jakarta juga terus melakukan evaluasi harian untuk menilai efektivitas operasi yang telah dijalankan.
Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga.
Menurut Isnawa, OMC hari kesembilan dilaksanakan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasi ini merupakan hasil sinergi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya.
Penerbangan pertama dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, dengan fokus penyemaian awan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Misi utama penerbangan ini adalah memecah awan potensial pembentuk hujan agar tidak berkembang dan bergerak menuju DKI Jakarta.
"Penyemaian dilakukan pada ketinggian 7.000–8.000 kaki dengan target awan stratocumulus. Berdasarkan hasil pengamatan. Pada penerbangan ini digunakan bahan semai berupa kalsium oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram," ujarnya.
Penerbangan kedua difokuskan pada wilayah di atas Kabupaten Bogor sebagai bagian dari misi OMC hidrometeorologi DKI Jakarta. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan area semai berada pada radial 180–270 derajat, berjarak 10–20 mil laut dari Bandara Halim Perdanakusuma, menggunakan bahan semai kalsium oksida sebanyak 800 kilogram.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang 24-25 Januari, Wilayah Mana yang Terdampak?
Sementara itu, penerbangan ketiga dilakukan dengan fokus penyemaian awan di atas Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan area semai pada radial 090–120 derajat.
"Juga disemai kalsium oksida sebanyak 800 kilogram," katanya menambahkan.
BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Warga juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air guna meminimalkan risiko genangan dan banjir.
Berita Terkait
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang 24-25 Januari, Wilayah Mana yang Terdampak?
-
Banjir Kepung Jakarta
-
Langit Bogor 'Ditaburi' 800 Kg Kalsium Oksida, Operasi Cegat Hujan Ekstrem untuk Jakarta
-
Pemprov DKI Tingkatkan Modifikasi Cuaca Hingga Tiga Kali Sehari, Termasuk ke Wilayah Penyangga
-
Jakarta Dikepung Banjir Meski Ada Modifikasi Cuaca, Pramono Anung: Bukan Bim Salabim Selesai
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Korban Longsor Gunung Burangrang Bertambah jadi 10 Orang
-
Saleh Daulay: Reshuffle Kabinet Hak Konstitusional Presiden Prabowo
-
Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari
-
Minibus Oleng hingga Hantam Tiga Motor dan Gerobak di Karawang, Satu Pengendara Tewas
-
Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3
-
Tujuh Hari Menembus Medan Ekstrem, Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup
-
Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur
-
Angkasatour Hadirkan Paket Tour Domestik dan Internasional
-
Kenal Korban Sejak SMP, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Cisauk
-
Kiriman Air dari Tangerang Bikin Banjir di Jakbar Terparah, Pramono Tambah Pompa dan OMC