- Macet di Jalan RE Martadinata sebabkan rute Transjakarta 10H dialihkan.
- Sebagian bus dialihkan melalui JIS, tidak lewati beberapa halte.
- Pengalihan ini berdampak pada layanan dari Halte Pademangan hingga Jembatan Merah.
Suara.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan adanya penyesuaian layanan pada rute 10H (Tanjung Priok - Bundaran Senayan) akibat kemacetan parah di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, pada Senin (26/1/2026) malam.
Untuk memastikan mobilitas pelanggan tetap berjalan, Transjakarta menerapkan dua skema operasional untuk armada yang mengarah ke Bundaran Senayan.
"Rute 10H mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan RE Martadinata," tulis akun X resmi Transjakarta.
Dua Skema Operasional
Berikut adalah dua skema yang diterapkan:
1. Sebagian bus tetap beroperasi di jalur normal dan melayani seluruh halte.
2. Sebagian bus lainnya dialihkan melalui Jakarta International Stadium (JIS) untuk menghindari titik kemacetan.
Bagi bus yang dialihkan melalui JIS, konsekuensinya adalah tidak dapat melayani penumpang di sejumlah halte, mulai dari Halte Pademangan hingga Halte Jembatan Merah.
Masyarakat yang hendak menggunakan layanan rute 10H diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanannya dan memperhatikan tujuan bus. Pelanggan juga disarankan untuk memantau informasi terkini melalui aplikasi resmi dan media sosial Transjakarta.
Baca Juga: JPO Sarinah Dibangun Kembali, Siap Jadi Koridor Ramah Pejalan Kaki di MH Thamrin
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan