- Partai Gema Bangsa secara resmi dukung Prabowo Subianto maju Pilpres 2029 dalam deklarasi di JICC Jakarta (17/1/2026).
- Dukungan ini bertujuan memutus kendali oligarki dan modal besar yang menghambat kemerdekaan Indonesia sesungguhnya.
- Prabowo dinilai strategis memimpin konsolidasi kedaulatan ekonomi dan menata ulang negara periode 2029–2034.
Suara.com - Partai Gema Bangsa secara resmi menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Deklarasi ini sebelumnya disampaikan dalam acara Deklarasi Nasional yang digelar di JICC Jakarta, Sabtu (17/1/2026) lalu.
Wakil Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Joko Kanigoro, menegaskan bahwa dukungan ini bukan sekadar manuver politik biasa.
Ia menyebut keputusan tersebut merupakan langkah sadar yang diambil dengan penuh pertimbangan ideologis.
"Sebagai jalan transisi dan sebagai palu untuk menghantam struktur lama yang membuat Indonesia terus terjebak sebagai bangsa setengah merdeka," kata Joko kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Joko menjelaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini masih dibayangi oleh kendali modal besar dan intervensi oligarki.
Menurutnya, demokrasi selama ini seringkali hanya menjadi panggung sirkulasi elite tanpa memberikan pembebasan nyata bagi rakyat. Dalam pandangan Gema Bangsa, Prabowo Subianto adalah sosok yang tepat untuk memutus rantai tersebut.
"Dukungan pada Pilpres 2029 harus dipahami sebagai upaya merebut kembali negara dari tangan para pemilik modal, para perampok sumber daya dan para makelar kekuasaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Joko memaparkan bahwa periode 2029-2034 harus menjadi momentum bagi negara untuk mengonsolidasikan kekuatan, memperkeras kedaulatan ekonomi, dan memutus ketergantungan struktural pada pihak asing maupun oligarki domestik.
Baca Juga: Lonjakan Pemilih Muda dan Deepfake Jadi Tantangan Pemilu 2029: Siapkah Indonesia Menghadapinya?
Prabowo dinilai sebagai satu-satunya figur yang memiliki keberanian untuk memimpin fase penataan ulang tersebut.
Ia menegaskan, Prabowo diposisikan sebagai sosok strategis yang mampu menjalankan roadmap politik menuju Indonesia 2045.
"Untuk diposisikan sebagai figur yang mampu memimpin fase penertiban, fase penataan ulang dan fase pemaksaan kehendak negara atas kepentingan pasar," tuturnya.
Namun, Joko memberikan catatan penting bahwa dukungan dari Partai Gema Bangsa tidak diberikan secara cuma-cuma tanpa evaluasi.
Ia menekankan bahwa dukungan ini bersifat kritis dan penuh syarat demi kepentingan nasional. Di bawah kepemimpinan Prabowo, negara dituntut harus lebih kuat dari kekuatan modal.
Joko Kanigoro memberikan perumpamaan kuat mengenai peran Prabowo Subianto dalam peta politik masa depan Indonesia menuju kemandirian yang hakiki.
"Jika 2029 adalah pintu, maka Prabowo Subianto harus menjadi palu yang menghancurkan engsel lama. Jika 2045 adalah tujuan, maka hari ini adalah medan tempur penentu: apakah Indonesia akan berdiri sebagai bangsa mandiri atau selamanya menjadi republik yang dikelola tapi tidak pernah mandiri dan berdaulat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis