News / Nasional
Selasa, 27 Januari 2026 | 10:05 WIB
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Penyidik KPK pada Senin (26/1/2026) memeriksa pemilik PT Maktour dan mantan Stafsus Menteri Agama terkait kasus dugaan korupsi.
  • Pemeriksaan melibatkan auditor BPK untuk finalisasi penghitungan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.
  • KPK mendalami dugaan aliran dana kuota haji tambahan yang melibatkan saksi Ishfah Abidal Aziz (IAA).

Suara.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik hari ini memanggil pemilik PT Maktour Fuad Hasan Mahnsyur (FHM), serta Eks Stafsus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz (IAA).

“Dilakukan pemeriksaan, yaitu sodara FHM, selaku pemilik dari PT Maktour. Dan dalam pemeriksaan kali ini dilakukan pemeriksaan oleh BPK, dan nanti akan dilanjutkan pemeriksaan oleh penyidik. Kemudian hari ini juga dilakukan pemeriksaan terhadap saksi sodara IAA,” ujar Budi, juru bicara KPK kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, pada Senin (26/1/2026).

Pemeriksaan ini dilakukan secara maraton dengan melibatkan auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keterlibatan auditor BPK dalam pemeriksaan saksi hari ini merupakan bagian dari finalisasi laporan penghitungan kerugian keuangan negara.

“Pemeriksaan oleh BPK dalam rangka untuk penghitungan kerugian negara ini sudah masuk ke tahap akhir finalisasi,” tegas Budi.

Selain mengejar penghitungan kerugian negara, KPK juga mendalami dugaan aliran dana dalam perkara ini. Sosok IAA menjadi sorotan dalam pemeriksaan kali ini. IAA, yang diketahui pernah menduduki jabatan strategis di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), diduga mengetahui atau terlibat dalam proses perputaran uang dari pihak swasta ke oknum di Kemenag terkait kuota haji tambahan.

Budi menjelaskan bahwa keterangan IAA sangat krusial untuk memetakan siapa saja pihak yang kecipratan uang dari para pengusaha biro travel.

“Pemeriksaan terhadap saudara IAA dimintai soal pengetahuannya mengenai dugaan aliran uang dari para Biro Travel ini kepada pihak-pihak di Kementerian Agama, termasuk dugaan aliran uang yang melalui saudara IAA tersebut,” jelasnya.

Namun, saat ditanya mengenai nominal pasti uang yang mengalir melalui IAA, Budi enggan merinci lebih jauh.

“Untuk jumlah detailnya, akan kami sampaikan saat konferensi pers setelah semua data lengkap,” tambahnya.

Baca Juga: Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft

Reporter: Tsabita Aulia

Load More