- Penyidik KPK pada Senin (26/1/2026) memeriksa pemilik PT Maktour dan mantan Stafsus Menteri Agama terkait kasus dugaan korupsi.
- Pemeriksaan melibatkan auditor BPK untuk finalisasi penghitungan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.
- KPK mendalami dugaan aliran dana kuota haji tambahan yang melibatkan saksi Ishfah Abidal Aziz (IAA).
Suara.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik hari ini memanggil pemilik PT Maktour Fuad Hasan Mahnsyur (FHM), serta Eks Stafsus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz (IAA).
“Dilakukan pemeriksaan, yaitu sodara FHM, selaku pemilik dari PT Maktour. Dan dalam pemeriksaan kali ini dilakukan pemeriksaan oleh BPK, dan nanti akan dilanjutkan pemeriksaan oleh penyidik. Kemudian hari ini juga dilakukan pemeriksaan terhadap saksi sodara IAA,” ujar Budi, juru bicara KPK kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, pada Senin (26/1/2026).
Pemeriksaan ini dilakukan secara maraton dengan melibatkan auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keterlibatan auditor BPK dalam pemeriksaan saksi hari ini merupakan bagian dari finalisasi laporan penghitungan kerugian keuangan negara.
“Pemeriksaan oleh BPK dalam rangka untuk penghitungan kerugian negara ini sudah masuk ke tahap akhir finalisasi,” tegas Budi.
Selain mengejar penghitungan kerugian negara, KPK juga mendalami dugaan aliran dana dalam perkara ini. Sosok IAA menjadi sorotan dalam pemeriksaan kali ini. IAA, yang diketahui pernah menduduki jabatan strategis di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), diduga mengetahui atau terlibat dalam proses perputaran uang dari pihak swasta ke oknum di Kemenag terkait kuota haji tambahan.
Budi menjelaskan bahwa keterangan IAA sangat krusial untuk memetakan siapa saja pihak yang kecipratan uang dari para pengusaha biro travel.
“Pemeriksaan terhadap saudara IAA dimintai soal pengetahuannya mengenai dugaan aliran uang dari para Biro Travel ini kepada pihak-pihak di Kementerian Agama, termasuk dugaan aliran uang yang melalui saudara IAA tersebut,” jelasnya.
Namun, saat ditanya mengenai nominal pasti uang yang mengalir melalui IAA, Budi enggan merinci lebih jauh.
“Untuk jumlah detailnya, akan kami sampaikan saat konferensi pers setelah semua data lengkap,” tambahnya.
Baca Juga: Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Kapolri Ungkap Akar Sosial Judi Online: Dari Pengangguran hingga FOMO
-
Satpam Ditemukan Tewas di Kontrakan Kalideres, Kondisi Tubuh Membiru
-
Hampir Semua Pasar di Kabupaten/Kota 3 Provinsi Terdampak Bencana Telah Operasional Melayani Pembeli
-
Ribuan Personel Bersihkan Aceh Tamiang
-
Sisi Gelap Penjarahan Fasilitas Jakarta: Antara Desakan Perut Urban dan Lemahnya Sistem Pengawasan
-
WNI Gabung Militer Asing: Iming-Iming Gaji Besar, Namun Status Kewarganegaraan Jadi Taruhan
-
Kasatgas Tito Pimpin Rakor Pembahasan Bantuan Rumah dan Bantuan Sosial Pascabencana
-
Partai Gema Bangsa Resmi Usung Prabowo di 2029: Ingin Akhiri Cengkeraman Oligarki!
-
Jakarta Siaga, BMKG Bunyikan Alarm Hujan Lebat Hari Ini
-
Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi