News / Nasional
Selasa, 27 Januari 2026 | 15:58 WIB
Ilustrasi Gempa (unsplash)
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang DIY pada 27 Januari 2026, berpusat di Sesar Opak.
  • BMKG mencatat 23 kali gempa susulan kecil terjadi dalam satu jam, tidak terkait gempa Pacitan sebelumnya.
  • Masyarakat diimbau tidak panik dan menerapkan mitigasi seperti "drop, cover, and hold" serta waspada hoaks.

Suara.com - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.15 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa tersebut berpusat di darat dan dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.

"Kejadian gempa ini terjadi di 16 km arah timur Bantul dengan kedalaman 11 km dengan kekuatan atau magnitudo 4,4 yang kemudian kita update menjadi 4,5," kata Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, kepada wartawan, Selasa siang.

Pascagempa utama, BMKG mencatat adanya puluhan aktivitas gempa susulan yang terjadi dalam kurun waktu satu jam. Meski jumlahnya cukup banyak, tren kekuatan gempa terpantau terus meluruh atau mengecil.

"Sampai di pukul 14.45 WIB sekarang satu jam setelah itu, total ada 23 kali kejadian dengan magnitudo berkisar 1 sampai 2 skala magnitudo," ungkapnya.

Mengenai hubungan antara gempa Bantul ini dengan gempa yang terjadi di Pacitan pada pagi hari, Ardhianto menegaskan bahwa kedua peristiwa tersebut tidak saling berkaitan.

"Kalau di Bantul ini kan Sesar Opak. Kalau yang di Pacitan itu adalah aktivitas lempeng subduksi," terangnya.

Lebih lanjut, Ardhianto meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan terkait frekuensi kegempaan yang terjadi, mengingat lokasi DIY yang memang berdekatan dengan sumber gempa.

"Masyarakat tidak perlu panik. Jadi yang penting adalah bukan gempanya yang sering, tapi kita yang beradaptasi dan bermitigasi terhadap gempa," ujarnya.

"Tahu apa yang dilakukan pada saat gempa seperti drop, cover, and hold, dan tahu informasi mana yang benar dan tidak menyesatkan," imbuhnya.

Baca Juga: Gempa Beruntun Melanda Selatan Jawa: Kata 'Gempa' dan 'Kerasa' Trending di X

Dalam kesempatan ini, Ardhianto juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap informasi bohong atau hoaks yang kerap beredar pascabencana.

Pihaknya memastikan gempa bumi tektonik yang bersumber dari Sesar Opak tersebut tidak berpotensi tsunami.

Selain itu, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan struktur bangunan di Sleman maupun wilayah DIY secara keseluruhan akibat gempa tersebut.

Load More