- Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang DIY pada 27 Januari 2026, berpusat di Sesar Opak.
- BMKG mencatat 23 kali gempa susulan kecil terjadi dalam satu jam, tidak terkait gempa Pacitan sebelumnya.
- Masyarakat diimbau tidak panik dan menerapkan mitigasi seperti "drop, cover, and hold" serta waspada hoaks.
Suara.com - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.15 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa tersebut berpusat di darat dan dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.
"Kejadian gempa ini terjadi di 16 km arah timur Bantul dengan kedalaman 11 km dengan kekuatan atau magnitudo 4,4 yang kemudian kita update menjadi 4,5," kata Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, kepada wartawan, Selasa siang.
Pascagempa utama, BMKG mencatat adanya puluhan aktivitas gempa susulan yang terjadi dalam kurun waktu satu jam. Meski jumlahnya cukup banyak, tren kekuatan gempa terpantau terus meluruh atau mengecil.
"Sampai di pukul 14.45 WIB sekarang satu jam setelah itu, total ada 23 kali kejadian dengan magnitudo berkisar 1 sampai 2 skala magnitudo," ungkapnya.
Mengenai hubungan antara gempa Bantul ini dengan gempa yang terjadi di Pacitan pada pagi hari, Ardhianto menegaskan bahwa kedua peristiwa tersebut tidak saling berkaitan.
"Kalau di Bantul ini kan Sesar Opak. Kalau yang di Pacitan itu adalah aktivitas lempeng subduksi," terangnya.
Lebih lanjut, Ardhianto meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan terkait frekuensi kegempaan yang terjadi, mengingat lokasi DIY yang memang berdekatan dengan sumber gempa.
"Masyarakat tidak perlu panik. Jadi yang penting adalah bukan gempanya yang sering, tapi kita yang beradaptasi dan bermitigasi terhadap gempa," ujarnya.
"Tahu apa yang dilakukan pada saat gempa seperti drop, cover, and hold, dan tahu informasi mana yang benar dan tidak menyesatkan," imbuhnya.
Baca Juga: Gempa Beruntun Melanda Selatan Jawa: Kata 'Gempa' dan 'Kerasa' Trending di X
Dalam kesempatan ini, Ardhianto juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap informasi bohong atau hoaks yang kerap beredar pascabencana.
Pihaknya memastikan gempa bumi tektonik yang bersumber dari Sesar Opak tersebut tidak berpotensi tsunami.
Selain itu, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan struktur bangunan di Sleman maupun wilayah DIY secara keseluruhan akibat gempa tersebut.
Berita Terkait
-
Gempa Beruntun Melanda Selatan Jawa: Kata 'Gempa' dan 'Kerasa' Trending di X
-
Keistimewaan Jembatan Kabanaran: Infrastruktur Unik Penghubung Bantul-Kulon Progo
-
Gempa Dangkal Guncang Bener Meriah Aceh, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
-
BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025, Naik 39 Persen dari Tahun Lalu
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
-
Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum
-
BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu
-
Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana
-
Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!
-
Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026