- BMKG Aceh Besar mencatat 1.556 kejadian gempa di Aceh sepanjang 2025, meningkat 39 persen dari tahun sebelumnya.
- Gempa terbesar mencapai magnitudo 6,3 terjadi di Simeulue pada November dan Sabang pada Juli 2025.
- Mayoritas aktivitas kegempaan tergolong dangkal, dengan September menjadi bulan dengan frekuensi gempa terbanyak.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat aktivitas kegempaan yang tinggi di Provinsi Aceh sepanjang tahun 2025. Wilayah paling barat Indonesia itu mengalami ribuan kejadian gempa bumi dalam satu tahun terakhir.
"Sepanjang tahun 2025, bumi Aceh terus bergerak, sebanyak 1.556 kejadian gempa bumi tercatat," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin yang dihubungi dari Banda Aceh, seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/1/2026).
Dari total kejadian tersebut, sebanyak 75 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Andi menyebutkan, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai 6,3, sementara kedalaman terdalam tercatat hingga 222 kilometer.
Ditinjau dari kedalamannya, mayoritas gempa bumi di Aceh sepanjang 2025 tergolong dangkal. BMKG mencatat sebanyak 1.466 kejadian berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, 90 gempa termasuk kategori menengah dengan kedalaman di atas 60 kilometer hingga di bawah 300 kilometer. Tidak ditemukan gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
"Jumlah kejadian gempa bumi pada 2025 ini mengalami kenaikan sebesar 39 persen dari tahun sebelumnya," ujarnya.
BMKG juga mencatat lima gempa bumi signifikan yang terjadi sepanjang 2025. Gempa dengan magnitudo 6,3 dan kedalaman 10 kilometer mengguncang Sinabang, Kabupaten Simeulue, pada 27 November 2025. Gempa serupa juga terjadi di Sabang pada 29 Juli 2025 dengan kedalaman 15 kilometer.
"Selanjutnya, magnitudo 5.9 terjadi tiga kali, pertama pada 31 Januari di Aceh Selatan dengan kedalaman 59 km. Kemudian, 8 April di Sinabang, kedalamannya 30 km, dan terakhir di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya pada 11 Mei dengan kedalaman 83 km," kata Andi.
Dari sisi waktu kejadian, bulan September menjadi periode dengan aktivitas gempa terbanyak, yakni 239 kali kejadian, enam di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
"Selanjutnya pada Oktober sebanyak 218 kali (enam dirasakan), November 146 kali (enam dirasakan), dan bulan Desember 104 kali, tetapi gempa yang dirasakan sebanyak 17 kali," ujarnya.
Baca Juga: Begini Kondisi Hunian Danantara di Aceh yang Ditinjau Prabowo: Ada WiFi Gratis, Target 15 Ribu Unit
Andi menegaskan, tingginya aktivitas gempa bumi tersebut menjadi pengingat bahwa Aceh berada di kawasan rawan seismik. Menurutnya, setiap data kegempaan harus dimaknai sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan bersama.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami pola dan karakteristik gempa bumi di Aceh, tanpa harus menimbulkan rasa takut berlebihan.
"Tetap waspada, siapkan tas siaga bencana, kenali jalur evakuasi dan titik kumpul, dan pantau informasi resmi dari BMKG. Karena kesiapsiagaan hari ini adalah keselamatan di masa depan," demikian Andi Azhar Rusdin.
Tag
Berita Terkait
-
Begini Kondisi Hunian Danantara di Aceh yang Ditinjau Prabowo: Ada WiFi Gratis, Target 15 Ribu Unit
-
Mobilitas Warga Pulih, Jembatan Sementara Lawe Mengkudu Resmi Difungsikan
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur di Tapanuli Selatan
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Prediksi Cuaca Malam Tahun Baru untuk Semua Wilayah di Indonesia
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point