- Harga daging sapi eceran di Jakarta naik hingga Rp150 ribu/kg akibat tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen.
- Pemprov DKI Jakarta menjamin RPH beroperasi normal dan mengerahkan Dharma Jaya menyalurkan sapi murah kepada pasar.
- Pemerintah memberikan subsidi daging Rp35 ribu/kg bagi 1 juta penerima dan mengadakan pasar murah untuk stabilisasi harga.
Suara.com - Harga komoditas daging sapi di sejumlah pasar eceran wilayah Jakarta terpantau mengalami lonjakan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan harga tersebut bahkan telah menyentuh angka Rp150 ribu per kilogram, sehingga memicu kekhawatiran terkait daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, memberikan penjelasan terkait pemicu utama kenaikan harga tersebut melalui keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
"Memang saat ini ada kenaikan harga daging sapi di pasar eceran sekitar 7 persen hingga 15 persen, dengan harga mencapai Rp150 ribu per kilogram. Hal ini dipicu oleh tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan Bapanas," ujar Hasudungan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat dengan mengambil langkah nyata guna memproteksi stabilitas ekonomi warga Ibu Kota.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menjamin kelancaran operasional di setiap Rumah Potong Hewan (RPH).
"Kami memastikan RPH (Rumah Potong Hewan) tetap beroperasi normal tanpa tambahan biaya pemeriksaan," tegas Hasudungan.
Selain itu, Perumda Dharma Jaya juga dikerahkan untuk melakukan intervensi langsung ke pasar.
"Perumda Dharma Jaya telah menyalurkan sapi dengan harga lebih murah, yakni Rp54 ribu per kilogram berat hidup, untuk menekan harga pasar," lanjut Hasudungan.
Baca Juga: Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
Skema pangan bersubsidi juga menjadi tumpuan utama bagi jutaan warga Jakarta yang terdaftar sebagai penerima bantuan agar tetap dapat mengonsumsi protein hewani.
"Kami menyediakan daging sapi seharga Rp35 ribu per kilogram, khusus untuk 1 juta masyarakat penerima subsidi," kata Hasudungan.
Upaya mitigasi harga juga diperluas melalui kolaborasi dengan BUMD dalam tajuk "Gerakan Pasar Murah" yang digelar di berbagai titik strategis.
"Melalui BUMD, warga bisa membeli daging mulai dari Rp109 ribu hingga Rp139 ribu per kilogram di berbagai titik Gerakan Pasar Murah," imbuh Hasudungan.
Pemerintah optimistis tren kenaikan harga ini akan segera melandai seiring adanya kesepakatan baru di tingkat pusat.
"Kabar baiknya, per 22 Januari kemarin, Pemerintah Pusat sudah menyepakati harga sapi hidup turun menjadi Rp55 ribu per kilogram. Kami optimistis dalam waktu dekat harga di pasar akan kembali stabil, terutama menjelang Idulfitri," pungkas Hasudungan.
Berita Terkait
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH
-
Pedagang Daging Jabodetabek Ancam Mogok Massal, Pramono Anung: Saya Yakin Tetap Berjualan
-
Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Bus Sekolah Ramah Disabilitas
-
Sentil Pemprov DKI Soal Tawuran, Komisi E DPRD Usul Sanksi Pidana bagi Orang Tua Pelaku
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim