- Singapore Airlines Group mengakuisisi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari Neste dan World Energy untuk mengurangi emisi signifikan.
- SIA menjalin Nota Kesepahaman jangka panjang dengan Aether Fuels untuk pengadaan SAF berbasis limbah karbon di masa depan.
- Maskapai ini menargetkan penggunaan 5% SAF pada tahun 2030 sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero emisi tahun 2050.
Target 2030: Lebih dari Sekadar Angka
Dua inisiatif besar di atas merupakan kepingan dari puzzle raksasa strategi keberlanjutan SIA Group. Dengan target jangka menengah penggunaan 5% SAF pada tahun 2030, SIA sedang membangun fondasi yang kuat untuk mencapai Net Zero Carbon Emissions pada tahun 2050.
Mengapa langkah SIA ini begitu penting? Bagi penumpang, ini adalah jaminan bahwa kenyamanan kelas dunia yang mereka nikmati tidak dibayar dengan kerusakan lingkungan. Bagi industri, ini adalah standar baru (benchmark) bagaimana sebuah maskapai global bisa tetap kompetitif sekaligus bertanggung jawab.
Singapura, melalui SIA, telah menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi teknologi mendalam.
Phil Inagaki, Board Chair Aether Fuels, menyebutkan bahwa komitmen SIA adalah "kecocokan alami" bagi para inovator teknologi iklim.
Menuju Ekosistem Penerbangan yang Utuh
Perjalanan menuju nol emisi memang masih panjang, namun langkah-langkah transparan dan terukur yang diambil oleh Singapore Airlines Group menunjukkan bahwa mereka berada pada lintasan yang benar. Dengan memadukan pengadaan langsung, mekanisme sertifikasi modern, hingga dukungan terhadap teknologi frontier, SIA sedang merancang ulang cara dunia terbang.
SIA tidak hanya menerbangkan orang dari satu titik ke titik lain. Mereka sedang menerbangkan harapan bahwa industri penerbangan yang ramah lingkungan bukan lagi sebuah utopia, melainkan realitas yang sedang dibangun, liter demi liter, melalui komitmen dan kolaborasi yang tak kenal lelah.
Baca Juga: Pertamina Mau Genjot Penggunaan SAF dari Minyak Jelantah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Ramalan Zodiak Bulan Agustus 2026: Siapa yang Paling Beruntung?
-
Harga Resmi Chery Q di GIIAS 2026 Mulai Rp 239 Jutaan, Cek Spesifikasi Mobil Listrik Ini
-
Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Agustus 2026, Besok Minggu Datang Hoki
-
Review Viva Moisturizer Gel Glowing White, Pelembap Rp30 Ribuan Atasi Kulit Kering dan Kusam
-
James Riady Pastikan Mal Lippo Tak Dipagari
-
Forrest Gump: Kebijaksanaan Emosional di Tengah Turbulensi Sejarah
-
Berapa Daya Listrik Kulkas Mini Portable? Cek Penjelasan dan Rekomendasi Produknya
-
3 Pilihan Sepatu Lari Lokal untuk Tempo Run Terbaik, Kualitas Setara Brand Luar Negeri
-
Tak Ingin Jakarta Hilang Akar, Pramono Janji Perkuat Lembaga Adat Betawi