- Ahok bersaksi di Tipikor Jakarta kasus korupsi Pertamina rugikan negara Rp285,18 triliun, soroti pengaruh Riza Chalid.
- Ia mengklaim intervensi Menteri BUMN batasi kewenangan komisaris, namun tidak ada temuan BPK saat menjabat.
- Ahok mengungkapkan negosiasi bisnis ideal dilakukan di lapangan golf dan sistem pengawasan digitalnya sangat ketat.
Suara.com - Suasana Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memanas dengan kehadiran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mantan Komisaris Utama PT Pertamina ini tampil sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi raksasa di Pertamina yang diduga merugikan negara hingga Rp285,18 triliun.
Dalam kesaksiannya, Ahok membeberkan sejumlah fakta dan pandangan yang tajam, mulai dari mempertanyakan kekuatan sosok 'invisible hand' hingga menyentil kewenangan Menteri BUMN.
Kesaksiannya tidak hanya membuka tabir soal tata kelola di perusahaan pelat merah itu, tetapi juga diwarnai celetukan khasnya yang membuat ruang sidang riuh.
Berikut adalah lima fakta kunci dari kesaksian Ahok di persidangan yang menyeret sembilan terdakwa tersebut:
1. Heran dengan Kekuatan Riza Chalid
Salah satu poin paling disorot adalah saat Ahok mengaku tidak mengenal dan heran dengan besarnya pengaruh Mohammad Riza Chalid, yang disebut sebagai pemilik manfaat dari perusahaan yang terlibat dalam kasus ini.
Ahok secara terbuka mempertanyakan bagaimana Riza Chalid bisa mengintervensi bisnis minyak Pertamina yang menurutnya dijaga sangat ketat.
"Saya juga heran, sekuat apa sih beliau sampai intervensi bisnis minyak Pertamina?" kata Ahok usai persidangan.
Ia bahkan menegaskan baru mendengar nama perusahaan PT Orbit Terminal Merak (OTM) dari media massa dan tidak pernah menerima laporan apa pun terkait pemaksaan sewa terminal BBM selama menjabat.
Baca Juga: Ahok Heran 'Kesaktian' Riza Chalid di Korupsi Minyak Pertamina: Sekuat Apa Sih Beliau?
2. Salahkan Intervensi Menteri BUMN, Klaim Tak Ada Temuan BPK
Ahok membuat pernyataan tajam yang menyasar langsung ke Kementerian BUMN. Ia mengklaim bahwa wewenang dewan komisaris untuk mengawasi dan menindak direksi menjadi terbatas karena adanya intervensi langsung dari menteri.
Menurutnya, pengangkatan direksi seringkali dilakukan tanpa melalui dewan komisaris.
"Sayangnya 2 tahun terakhir keputusan mengangkat direksi atau bukan itu tidak melalui dewan komisioner sama sekali, langsung di-bypass oleh menteri BUMN," tuturnya.
Di sisi lain, Ahok mengklaim selama masa jabatannya, tidak ada satu pun laporan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penyimpangan sistem pengadaan, termasuk soal sewa kapal yang menjadi inti dakwaan.
"Kami tidak pernah dapat, tidak ada pak. Di masa saya tidak ada," ujar Ahok.
Berita Terkait
-
Ahok Heran 'Kesaktian' Riza Chalid di Korupsi Minyak Pertamina: Sekuat Apa Sih Beliau?
-
Ahok Tak Pernah Dapat Laporan soal Riza Chalid Intervensi Pertamina
-
Ahok Beri Kesaksian dalam Kasus Korupsi Minyak Pertamina
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Ahok Bongkar Rahasia Pertamina: Nego Minyak di Lapangan Golf, Lebih Murah dari Klub Malam
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi
-
Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
-
DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!
-
Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Soal Usulan Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah, Anggota DPR: Jangan Sekadar Pindahkan Kerentanan
-
Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia
-
Potret Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
-
Kapan KRL Bekasi-Cikarang Kembali Normal? KAI Beri Bocoran Jadwal Operasional
-
Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS