- Ketua KPK memaparkan pemulihan keuangan negara melalui pengembalian aset hasil korupsi senilai 1,531 Triliun Rupiah.
- KPK juga menghibahkan aset rampasan senilai Rp138 miliar kepada berbagai instansi pemerintah dan pemerintah daerah.
- Melalui fungsi koordinasi, KPK selamatkan aset daerah senilai Rp122,10 Triliun selama tahun 2025.
Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto memaparkan kontribusi lembaga antirasuah tersebut dalam memulihkan keuangan negara melalui pengembalian aset (asset recovery).
Hal itu disampaikan Setyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Setyo mengungkapkan bahwa KPK terus berkomitmen memaksimalkan pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi guna mengisi kas negara.
"Pengembalian aset, KPK terus berupaya meningkatkan pengembalian aset ke kas negara dan nilai aset yang telah KPK kembalikan kepada negara mencapai 1,531 T," ujar Setyo di hadapan anggota dewan.
Ia menegaskan bahwa pemulihan aset merupakan pilar penting dalam pemberantasan korupsi. Ke depan, KPK akan memperkuat berbagai instrumen hukum untuk memastikan kekayaan negara yang dicuri dapat kembali secara maksimal.
"Aset recovery menjadi salah satu sumbangsih yang nyata hasil pemberantasan korupsi terhadap pemasukan kas negara dan KPK akan terus mengoptimalkan pengembalian aset hasil tipikor ke kas negara dengan meningkatkan aset tracing, uang pengganti, dan pengembalian barang sitaan dan rampasan agar terjaga nilai ekonomisnya," jelasnya.
Selain dalam bentuk setoran tunai ke kas negara, KPK juga menyalurkan aset rampasan melalui mekanisme hibah kepada instansi pemerintah maupun pemerintah daerah. Total nilai aset yang dihibahkan mencapai Rp138 miliar.
"Nilainya sebesar 138 m dihibahkan kepada beberapa KL dan pemda, antara lain ada ke MA, Kejagung, LPSK, pemprov Aceh, pemkab Pasuruan, pemkot Surabaya, dan pemohon," tambahnya.
Tak hanya melalui penindakan hukum korupsi, KPK juga mencatatkan angka signifikan dalam penyelamatan aset negara melalui fungsi koordinasi dan supervisi (korsup) selama tahun 2025.
Baca Juga: KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
Setyo menyebut kerja sama KPK dengan pemerintah daerah berhasil menertibkan aset dengan nilai mencapai ratusan triliun rupiah.
"Melalui penyelamatan dan penertiban pemerintah daerah sepanjang 2025, kpk bersama pemda telah menyelamatkan dan menertibkan aset senilai 122,10 T dengan perincian antara lain untuk fasilitas sosial dan fasum sebesar 116,7 T dan penagihan tunggakan pajak sebesar 5,41 T," paparnya.
Setyo kemudian merinci sejumlah aset besar yang berhasil diselamatkan dan dikembalikan pengelolaannya kepada pemerintah daerah. Aset tersebut mencakup fasilitas publik ikonik hingga kawasan konservasi.
"Di antaranya ada waduk cincin di kawasan Jakut, kemudian aset daerah berupa jalan, kemudian pasar tematik di Manado, dan kebun binatang di Bandung dengan nilai 2.3 T. Beberapa aset ini kita lakukan penertiban sehingga kembali menjadi aset pemda," pungkasnya.
Berita Terkait
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Geger Saldo Jumbo Rp32 M di Rekening Istri Pejabat Kemenag, Dari Mana Asalnya?
-
MAKI Desak KPK Naikkan Status Dugaan Rekening Gendut Istri Pejabat Kemenag Agar Bisa Diblokir
-
KPK Periksa 17 Saksi Kasus Dugaan Suap Pajak PT Wanatiara Persada, Termasuk Sang Direktur
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!