- Seorang pedagang es gabus bernama Sudrajat di Kemayoran, Jakarta Pusat, diinterogasi aparat atas tuduhan bahan berbahaya.
- Setelah uji laboratorium oleh Polda Metro Jaya, es gabus Sudrajat dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi publik.
- Sebagai dampak positif, Sudrajat menerima bantuan berupa motor dan modal usaha dari Polres Metro Depok.
5. Sempat Trauma dan Berhenti Jualan
Peristiwa ini berdampak besar secara psikologis bagi Sudrajat. Ia mengaku sempat trauma dan memilih berhenti berjualan selama tiga hari.
Selain tekanan mental, ia juga mengalami luka gores di pipi dan memar di bahu. Luka tersebut, menurut pengakuannya, didapat akibat dugaan kekerasan dari orang-orang yang menuduh dagangannya berbahaya. Ia juga khawatir dagangannya akan dicap sebagai “es gabus racun” oleh masyarakat.
6. Permohonan Maaf dari Aparat
Menanggapi polemik yang berkembang, Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.
Ia mengakui adanya kekeliruan prosedur serta kesimpulan prematur di lapangan. Ikhwan menegaskan tidak ada niat merusak reputasi pedagang, dan tindakan awal disebut sebagai respons cepat atas laporan warga terkait keamanan pangan.
7. Dapat Motor dan Modal Usaha
Setelah hasil lab menyatakan dagangannya aman, dukungan untuk Sudrajat mengalir. Polres Metro Depok memberikan bantuan berupa satu unit sepeda motor dan dana modal usaha di kediamannya di Bojonggede, Bogor.
Meski begitu, pemulihan mental Sudrajat disebut masih membutuhkan waktu. Ia mengaku masih merasa cemas dan belum sepenuhnya berani kembali berjualan karena takut mengalami perlakuan buruk serupa.
Baca Juga: 7 Fakta Nyesek Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
-
7 Tanaman Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Dianggap Bisa Menghambat Rezeki
-
Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK: Eks Petinggi BUMN
-
Menteri Bappenas: Program MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Pekerjaan
-
Ribut Lagi! Donald Trump Dongkol dengan Ocehan Benjamin Netanyahu
-
Profil Ze Pedro, Eks Benfica dan Portugal yang Latih Timor Leste Lawan Timnas Indonesia
-
2 Varian Sunscreen Anessa untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Bisa Mengurangi Flek Hitam
-
Dulu Janji di Depan KPK Tak Mau Korupsi, Bupati Pemalang Anom Malah Kena OTT
-
Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan