- KPK memeriksa saksi terkait suap jabatan, proyek RSUD dr. Harjono, dan gratifikasi di Pemkab Ponorogo.
- Dokter David Andreasmito mangkir dari panggilan KPK pada Rabu, 28 Januari 2026, padahal sudah diimbau kooperatif.
- Bupati Sugiri diduga menerima total Rp900 juta dan menagih tambahan Rp1,5 miliar terkait pergantian Direktur RSUD.
Suara.com - Penyelidikan kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus bergulir.
Namun, agenda pemeriksaan saksi yang dijadwalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menemui hambatan. Seorang dokter bernama David Andreasmito, yang dipanggil sebagai saksi, mangkir dari undangan penyidik.
Hingga Rabu (28/1/2026) sore, batang hidung David tak kunjung tampak di Gedung Merah Putih KPK.
“(Saki) tidak hadir,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan ini berkaitan erat dengan sengkarut dugaan suap pengurusan jabatan, proyek pengadaan di RSUD dr. Harjono, hingga gratifikasi yang menjerat petinggi Pemkab Ponorogo.
KPK pun melayangkan peringatan agar saksi tidak menghambat proses hukum.
“KPK mengimbau agar saksi kooperatif memenuhi panggilan penyidik, karena keterangannya dibutuhkan untuk memperkuat bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan ini,” tambah Budi.
"Uang Pengaman" Jabatan Sang Direktur
Kasus ini bermula dari ambisi untuk mempertahankan kursi kekuasaan.
Baca Juga: Viral Video Warga Pati Antar Karung Berisi Rp2,6 Miliar ke Mobil, KPK Sebut OTT Bupati Sudewo
KPK sebelumnya telah membongkar praktik lancung yang diduga dilakukan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Sugiri disinyalir menerima uang pelicin sebesar Rp900 juta dan sempat menagih tambahan fantastis senilai Rp1,5 miliar.
Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa pusaran kasus ini berawal dari rencana pergantian Direktur RSUD Dr. Harjono.
Sang petahana, Yunus Mahatma, diduga panik dan mencoba melobi Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, agar posisinya tetap aman.
Demi "mengunci" jabatan tersebut, Yunus diduga mengguyur Bupati dan Sekda dengan uang panas dalam beberapa tahap.
Aliran Dana dan Drama OTT
Berita Terkait
-
Terjaring OTT KPK, Eks Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto Ajukan Praperadilan
-
Ketua KPK Paparkan Statistik Korupsi 2025 di DPR: 116 Perkara Disidik dan 11 Kali OTT
-
Askrindo Pertahankan Sertifikasi Anti Suap
-
Viral Video Warga Pati Antar Karung Berisi Rp2,6 Miliar ke Mobil, KPK Sebut OTT Bupati Sudewo
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!