- Ray Rangkuti mengkritik merosotnya etika pejabat dan menyindir fenomena jalur pintas jabatan via relasi kuasa.
- DPR dinilai kehilangan independensi dan berubah fungsi menjadi 'Dewan Perwakilan Partai' yang tunduk pada ketua umum.
- Ray mengusulkan pemangkasan jumlah anggota DPR karena dinilai tidak efektif dan mengalami krisis representasi.
Kondisi ini, menurut Ray, memicu lahirnya sindrom "5D" di gedung parlemen, yakni Datang, Duduk, Dengar, Diam, dan Duit.
Ia menegaskan bahwa secerdas apa pun latar belakang pendidikan seorang anggota dewan, suara mereka akan langsung terkunci mengikuti instruksi partai begitu masuk ke dalam sistem.
Akibat mentalitas yang hanya sekadar mengiyakan kemauan pemerintah ini, Ray mengusulkan agar jumlah anggota DPR dipangkas drastis dari 580 orang menjadi 380 orang saja demi efisiensi.
Menutup pemaparannya, Ray Rangkuti menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis representasi yang serius.
Ia menilai bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan revisi undang-undang Pilkada dari sistem langsung ke tidak langsung, melainkan reformasi kultural dan struktural di DPR dan DPD.
__________________________
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya