- Kejari Sleman resmi hentikan penuntutan kasus Hogi Minaya melalui penerbitan SKP2.
- Hogi mengaku sangat lega setelah melalui proses hukum panjang sejak April 2025.
- Pasangan suami istri tersebut kini fokus memulai lembaran baru dan hidup normal.
Suara.com - Senyum lebar terpancar dari wajah Hogi Minaya (43) dan istrinya, Arista, setelah Kejaksaan Negeri Sleman resmi menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) atas kasusnya pada Jumat (30/1/2026). Penerbitan surat ini menandai gugurnya status tersangka Hogi sekaligus mengakhiri proses hukum yang panjang.
Pria yang sempat menjadi sorotan publik karena mengenakan gelang GPS sebagai tahanan kota ini mengaku beban berat yang selama ini dipikulnya telah terangkat. Ia merasa lega setelah melalui perjalanan melelahkan sejak April tahun lalu.
"Perasaan saat ini sangat tenang dan lega. Perjalanan dari bulan April hingga detik ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Rasanya cukup capek," ungkap Hogi saat ditemui wartawan pada Jumat malam.
Hogi menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan moral selama masa sulitnya.
"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan media, warganet Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kapolresta Sleman, hingga Bapak Kajari Sleman," terangnya.
Proses hukum yang berlangsung berbulan-bulan diakuinya sangat berdampak pada kondisi fisik dan mental. Kini, Hogi ingin fokus menata kembali kehidupannya yang sempat terguncang. Ia berharap dapat segera kembali bekerja dan menjalani rutinitas harian tanpa bayang-bayang masalah hukum.
"Ke depannya saya ingin membuka lembaran baru, hidup normal seperti sebelumnya tanpa masalah, dan bisa bekerja seperti sedia kala," tutur Hogi.
Senada dengan sang suami, Arista tidak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, penghentian penuntutan ini adalah anugerah terbesar yang mengembalikan ketenangan keluarga mereka.
"Alhamdulillah, wa syukurillah, semuanya sudah selesai sampai di sini," ucapnya haru.
Baca Juga: Kejari Sleman Resmi Hentikan Perkara Hogi Minaya, Suami yang Bela Istri dari Jambret
Arista menegaskan bahwa keinginan terbesar mereka saat ini sangat sederhana, yakni kembali ke kehidupan damai sebelum musibah penjambretan dan proses hukum ini terjadi.
"Kami hanya ingin kembali hidup normal yang tenang, itu saja harapan kami," katanya.
Di akhir kesempatan, Arista menyampaikan harapan agar penegakan hukum di Indonesia senantiasa mengedepankan rasa keadilan bagi masyarakat kecil.
"Semoga semua pihak mendapatkan keadilan sesuai sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kejari Sleman Resmi Hentikan Perkara Hogi Minaya, Suami yang Bela Istri dari Jambret
-
Kapolresta Sleman Dinonaktifkan, Coreng Citra Polri Buntut Kasus Hogi Minaya
-
Dalami Dugaan Pelanggaran Etik, Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Diperiksa Propam
-
Terkuak! Ini Alasan Mabes Polri Nonaktifkan Kapolresta Sleman Buntut Kasus Hogi Minaya
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM