- Rhenald Kasali menyatakan saat ini adalah abad ketidakpastian karena keterhubungan manusia melibatkan elemen perasaan.
- Konsumsi kini didasarkan pada tinjauan atau ulasan orang lain, bukan lagi teori pemasaran tradisional.
- Munculnya profesi *influencer* disebabkan kuatnya pengaruh ulasan *netizen* terhadap keputusan konsumen.
Suara.com - Founder Deep Intelligence Research (DIR) Rhenald Kasali menjelaskan bahwa saat ini merupakan abad ketidakpastian atau uncertainty karena pelibatan perasaan manusia sebagai pengaruh keterhubungan.
Hal itu dia sampaikan dalam Diskusi Bulanan bertajuk Quantum Age, Big Data, dan Masa Depan Industri Media yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
“Inilah abad uncertainty. Ketika semua manusia terhubung dan partikel yang menghubungkan kita tidak hanya pikiran, tidak hanya opini, tidak hanya fakta, tetapi juga ada perasaan, elemen perasaan masuk,” kata Rhenald, dikutip pada Sabtu (31/1/2026).
Dengan begitu, manusia saat ini bisa terpengaruh hidupnya berdasarkan apa kata orang lain. Misalnya, seorang artis membuat video di sebuah tempat makan yang bisa membuat orang lain ikut mendatangi tempat makan tersebut.
“Bayangkan coba. Apa kata orang itu berpengaruh sekali pada hari ini. Dulu juga apa kata wartawan kan. Hari ini pewartanya bisa semua orang. Yang partikel-partikel ini,” ujar Rhenald.
Dia menyebut hal itu yang membuat konsumsi saat ini tidak lagi berdasarkan teori marketing lama dan branding melainkan berdasarkan hasil tinjauan atau review dari orang lain.
“Review based ini terus berpengaruh pada hidup. Makanya ada muncul profesi namanya influencer,” ucap Rhenald.
“Influencer yang seribu aja udah laku. Yang punya seribu followernya udah laku. Seribu bisa dipakai,” tambah dia.
Hal serupa juga bisa terjadi untuk membuat suatu usaha tidak berhasil melalui review yang tidak baik. Review tidak baik bisa memengaruhi orang lain agar tidak menjadi konsumen.
Baca Juga: AMSI dan Deep Intelligence Research Teken MoU Diseminasi Riset
“Nah kemudian akhirnya ada orang yang mencoba untuk mempengaruhi supaya tidak berhasil. Itu juga ada. Kita tahu misalnya ada orang kecewa, langsung dikasih review,” tandas Rhenald.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional