- Haris Rusly Moti menilai strategi politik luar negeri Prabowo Subianto adalah adaptasi radikal "Multi-Alignment" dari prinsip bebas aktif.
- Strategi ini memungkinkan Indonesia membangun keselarasan dengan berbagai kekuatan global di era multipolar tanpa terikat ideologi lama.
- Tujuan utama diplomasi ini adalah mewujudkan Solusi Dua Negara bagi Palestina melalui koeksistensi damai dengan Israel.
Namun, di saat yang sama, Presiden Prabowo tetap menjaga akses diplomasi dengan Amerika Serikat melalui inisiatif terbaru di era kepemimpinan Donald Trump.
“Presiden Prabowo menjalankan strategi multi-aligment dengan membangun kesepakatan bersama BRICS, yakni persekutuan negara-negara pesaing Amerika Serikat. PAda saat bersamaan, dia juga meneken kesepakatan dalam Board of Peace bentukan AS," kata dia.
Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas situasi dunia yang penuh risiko ketidakpastian.
Menurut kajian 98 Resolution Network, strategi multi-alignment adalah instrumen paling tepat untuk memastikan suara Indonesia didengar di semua meja perundingan.
“Strategi ini sangat tepat. Tujuannya, situasi multipolar menciptakan keseimbangan dan stabilitas, tapi kenyataannya justru melahirkan polarisasi dan fragmentasi geopolitik yang sangat tajam. Saat ini, dunia terjebak dalam polrasi antara negara-negara adidaya seperti AS, Rusia, China, dan Uni Eropa. Jadi, Indonesia memberikan jawaban terhadap situasi ini dengan multi-aligment”, urai Haris.
Solusi Dua Negara dan Koeksistensi Damai
Tujuan akhir dari diplomasi tingkat tinggi ini adalah terwujudnya kemerdekaan Palestina melalui kerangka kerja yang rasional.
Prabowo secara konsisten menawarkan konsep "Two-State Solution" atau Solusi Dua Negara yang didasarkan pada prinsip hidup berdampingan.
“Soal perjuangan bangsa Palestina serta konflik Gaza, Presiden Prabowo tak hanya mengandalkan Board of Peace. Dengan strategi multi-aligment, kita bisa merangkul negara-negara Eropa seperti Prancis yang sama-sama konsisten membela Palestina," kata dia.
Baca Juga: Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
Sama halnya dengan negara-negara anggota BRICS seperti Rusia, China, Brasil, dan lainnya, yang juga memerjuangkan kemerdekaan Palestina.
Haris menambahkan, visi Presiden Prabowo adalah menciptakan "koeksistensi damai", di mana Palestina dan Israel dapat hidup merdeka tanpa rasa takut.
Menurut Haris, two state solution yang ditawarkan Presiden Prabowo dengan 'koeksistensi damai' adalah pilihan rasional dalam memperjuangkan negara Palestina merdeka dan mengkhiri konflik di Gaza.
Menjawab Kekhawatiran Publik
Meskipun langkah diplomasi ini dianggap cerdas, Haris mengakui adanya kritik dari berbagai kalangan, terutama mengenai keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace yang diinisiasi Donald Trump.
Ada kekhawatiran bahwa Indonesia hanya akan dimanfaatkan sebagai legitimasi moral bagi kebijakan yang mungkin menguntungkan Israel secara sepihak.
Tag
Berita Terkait
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
-
Prabowo Undang Eks Menlu dan Wamenlu ke Istana, Bahas Geopolitik dan BoP
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump
-
MUI Mendesak, Mensesneg Rencana Buka Dialog soal Keanggotaan Board of Peace
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena