- KPK melakukan OTT besar di Bea Cukai terkait suap importasi, menetapkan enam tersangka dari DJBC dan PT Blueray Cargo.
- Modus suap bulanan Rp7 miliar digunakan PT Blueray untuk meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan fisik oleh oknum DJBC.
- KPK menyita barang bukti signifikan termasuk uang tunai Rp40,5 miliar dan 5,3 kg emas dari kasus korupsi ini.
Rincian emas tersebut terdiri atas 2,5 kilogram senilai sekitar Rp7,4 miliar dan 2,8 kilogram senilai sekitar Rp8,3 miliar.
Tak hanya itu, penyidik juga menyita satu unit jam tangan mewah senilai sekitar Rp138 juta sebagai bagian dari barang bukti.
5. Jeratan Pasal Korupsi
Para tersangka RZL, SIS, dan ORL selaku pihak penerima dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2021 serta Pasal 605 ayat (2) dan Pasal 606 ayat (2) juncto Pasal 20 dan Pasal 21 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sementara itu, JF, AND, dan DK selaku pihak pemberi dijerat dengan Pasal 605 ayat (1) huruf a dan huruf b serta Pasal 606 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
6. Sosok Rizal: Baru 7 Hari Dilantik Sudah Diciduk
Salah satu fakta yang paling menyita perhatian ialah keterlibatan pejabat Bea Cukai bernama Rizal. Ia diketahui baru dilantik sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai pada 28 Januari 2026.
Belum genap sepuluh hari menjabat, Rizal justru terjaring OTT KPK karena diduga terlibat dalam sindikat suap importasi tersebut.
7. Pernyataan Purbaya Terkait Pegawai yang Terjerat OTT KPK
Wakil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait kasus yang menyeret pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan akan mendampingi proses hukum yang berjalan tanpa melakukan intervensi terhadap penyidikan di KPK.
Ia menekankan bahwa proses hukum harus berjalan adil, di mana pihak yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, sementara pihak yang tidak bersalah tidak boleh diperlakukan secara sewenang-wenang.
Baca Juga: 7 Fakta Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin yang Menjerat Mulyono
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
7 Fakta Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin yang Menjerat Mulyono
-
Purbaya Tetap Dampingi Anak Buah usai OTT KPK: Nanti Orang Kemenkeu Tak Mau Kerja
-
Barang KW Masuk Indonesia Gegara Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sebut Bisa Rugikan Ekonomi Nasional
-
KPK Ungkap Ada Kode pada Amplop Berisi Uang yang Akan Dibagikan pada Kasus Bea Cukai
-
KPK Ungkap Tersangka dari Bea Cukai Sewa Safe House untuk Simpan Duit dan Barang
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?
-
Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur
-
Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress
-
Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas
-
Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia
-
Baru Diresmikan, Taman Bendera Pusaka di Jaksel Sudah Dipenuhi Sampah Berserakan
-
Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang
-
Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka
-
Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai
-
Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos