- Nenek Saudah di Pasaman dianiaya karena mempertahankan tanah dari aktivitas tambang ilegal; LPSK fokus perlindungan korban.
- LPSK menindaklanjuti kasus tersebut sejak Jumat (6/2) untuk pemulihan medis dan analisis tingkat ancaman korban.
- Kepolisian telah menetapkan satu tersangka IS alias MK; mereka berjanji mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.
Senada dengan Wakapolda, Kapolres Pasaman AKBP M. Agus Hidayat menyatakan bahwa penyidikan akan dilakukan secara profesional dan proporsional.
Saat ini, polisi telah menetapkan satu orang tersangka berinisial IS alias MK.
Namun, masyarakat luas, terutama kalangan muda di kota-kota besar yang memantau kasus ini melalui media sosial, mendesak agar aktor intelektual di balik penganiayaan tersebut juga tersentuh hukum.
"Tidak ada yang kita tutup-tutupi dari kasus Nenek Saudah ini, silakan LPSK mendengar sendiri dari warga, lihat TKP (tempat kejadian perkara) dan proses penyidikan yang dilakukan Polres Pasaman," kata Agus.
Isak Tangis di Gedung DPR: "Tiada Kusangka Begini"
Puncak dari perhatian publik terhadap kasus ini terjadi saat Nenek Saudah dihadirkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta pada Senin (2/2). Di hadapan anggota Komisi XIII DPR RI, LPSK, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan, Nenek Saudah tak kuasa menahan air mata.
Kehadirannya di ibu kota menjadi simbol perlawanan rakyat kecil terhadap praktik tambang ilegal yang kerap merusak lingkungan dan tatanan sosial.
Sambil terisak, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memberikan atensi. Bagi seorang lansia dari desa terpencil di Pasaman, perhatian dari lembaga-lembaga tinggi negara adalah hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Saya sebagai korban yang bernama Saudah, berterima kasih atas kepedulian kalian semua. Tiada ku sangka begini, atas kejadian ini yang akan sampai aku ke sini," kata Saudah sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Terbukti Lakukan Kekerasan, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Diskors 2 Semester dan Terancam DO
"Mendengar semua yang ibu katakan, bapak katakan semua, saya berteriba kasih sebanyak-banyaknya," lanjut dia.
Berita Terkait
-
Terbukti Lakukan Kekerasan, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Diskors 2 Semester dan Terancam DO
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
Dugaan Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta Resmi Dilaporkan ke Polresta Sleman
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual
-
Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap
-
Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam
-
Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026