- Survei Indikator Politik Indonesia mencatat 72,8% responden puas terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Wakil Kepala BGN mengaitkan keberhasilan program ini dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto.
- Badan Gizi Nasional mengharapkan masyarakat aktif mengawasi dan memberikan masukan perbaikan program.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan tren penerimaan positif di tengah masyarakat.
Berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia, sebanyak 72,8 persen responden mengaku puas terhadap program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak tersebut.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan publik terbagi dalam dua kategori utama.
Sebanyak 12,2 persen responden menyatakan sangat puas, sementara 60,6 persen lainnya merasa cukup puas.
“Jadi memang yang sangat puas 12,2 persen dan cukup puas 60,6 persen,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers daring.
Hasil survei ini menjadi sinyal kuat bahwa program MBG mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan mayoritas responden memberikan penilaian positif, program tersebut dinilai berada di jalur yang tepat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Pengamat menilai tingginya angka kepuasan juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap program sosial pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi hasil survei tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung menyampaikan rasa syukur apabila masyarakat benar-benar merasakan manfaat program ini.
Baca Juga: Jawab Moodys, Purbaya Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan
“Tentu ini adalah kesuksesan Presiden Prabowo Subianto, kami ini hanya menjalankan perintah dari Presiden. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anak-anak kami di sekolah,” kata Lodewyk melalui wawancara seluler.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pelaksana di lapangan.
Meski mendapatkan respons positif, BGN tidak ingin berpuas diri. Lodewyk menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan program berjalan optimal sekaligus membantu mengidentifikasi kekurangan yang masih ada.
“Kami mohon bantuan masyarakat agar kami terus melakukan perbaikan, serta bantu kami dalam bentuk pengawasan program di lapangan,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting agar program MBG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas serta berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global