- Pengamat Slamet Ginting menafsirkan narasi "peras darah" Kaesang sebagai upaya perlindungan diri keluarga Jokowi dalam politik.
- PSI kini bertransformasi menjadi kendaraan politik eksklusif keluarga besar Jokowi untuk menjaga relevansi kekuasaan hingga 2029.
- Slamet Ginting meragukan kekuatan PSI, menyebut dukungan logistiknya setara "peluru hampa" di mata publik.
Suara.com - Istilah "peras darah" yang dilontarkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, dalam rangkaian konsolidasi politiknya baru-baru ini menarik perhatian publik.
Pengamat Politik & Militer Universitas Nasional (UNAS), Slamet Ginting, menilai narasi tersebut merupakan simbol dari upaya perlindungan diri (self-protection) keluarga mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah konstelasi politik yang mulai berubah.
Dalam bincang-bincang di kanal Abraham Samad SPEAK yang diunggah pada Selasa (10/2/2026), mantan Ketua KPK Abraham Samad sempat mempertanyakan makna di balik diksi "peras darah" yang dinilai tidak lazim dalam komunikasi politik Indonesia.
Slamet menjelaskan bahwa dalam teori politik klasik maupun modern, kekuasaan seringkali digunakan sebagai perisai bagi penguasa yang akan atau telah lengser.
"Kekuasaan itu harus dipahami bukan hanya sebagai alat memerintah tapi juga alat untuk mekanisme perlindungan diri. Jadi ini adalah alat perlindungan diri bagi keluarga Jokowi, partai ini. Dia ingin melindungi dirinya," ujar Slamet dikutip pada Selasa (10/2/2026).
PSI Sebagai Rumah Politik Keluarga
Slamet menegaskan bahwa status PSI saat ini bukan lagi sekadar partai anak muda biasa, melainkan telah bertransformasi menjadi kendaraan politik eksklusif bagi keluarga besar Jokowi.
Hal ini dilakukan untuk menjaga relevansi politik dan akses terhadap kekuasaan di masa depan, terutama menuju tahun 2029.
"Menurut saya lapisan ideologisnya dia ingin membentuk rumah baru politik bagi keluarganya dan juga bagi jaringan pendukungnya, karena ini sebenarnya harus dibaca adalah ini adalah partai keluarga besar Jokowi. PSI ya, harus dibaca seperti itu," ucap Slamet.
Baca Juga: Lagi Viral! Ini Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor
Analogi 'Peluru Hampa'
Meskipun Jokowi memberikan dukungan total dan PSI gencar melakukan pamer kekuatan melalui baliho serta acara-acara besar, Slamet Ginting meragukan efektivitas "amunisi" partai tersebut.
Ia menyoroti kegagalan PSI menembus parlemen dalam dua pemilu terakhir sebagai bukti bahwa kekuatan logistik dan dukungan figur belum tentu berbanding lurus dengan perolehan suara.
Slamet menggunakan analogi senjata untuk menggambarkan kondisi PSI saat ini.
"Peluru yang dimiliki oleh PSI itu, kira-kira kalau senjata ya peluru hampa, bukan peluru tajam kira-kira gitu. Jadi publik juga sudah tidak takut," katanya.
Pudarnya Pengaruh dan Perlawanan Partai Lain
Berita Terkait
-
Lagi Viral! Ini Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor
-
Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi
-
Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu
-
Diperiksa Kamis Lusa, Kubu Roy Suryo Cs Siapkan Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Ahli Meringankan
-
Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana