- Poltekpar resmi membuka PMB TA 2026 Jalur SBM pada Rabu (11/2/2026), diresmikan Menteri Pariwisata.
- Enam Poltekpar membuka total 3.610 kursi, dengan 60% dialokasikan melalui Seleksi Bersama Masuk (SBM).
- Kurikulum Poltekpar unggul karena berbasis praktikum 70%, akreditasi Unggul, dan fokus pada lulusan siap kerja global.
Suara.com - Politeknik Pariwisata (Poltekpar) resmi membuka rangkaian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 melalui Jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM). Peluncuran ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada Rabu (11/2/2026) siang.
Grand launching dipusatkan di Poltekpar Makassar dan turut dihadiri secara daring oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana serta Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Ketua Panitia Pelaksana PMB, Heri, menyampaikan bahwa tahun ini enam Poltekpar di bawah naungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) — yakni Medan, Palembang, Bandung, Bali, Lombok, dan Makassar — membuka total kuota 3.610 mahasiswa baru.
Dari jumlah tersebut, pemerintah menetapkan 60 persen atau 2.166 kursi dialokasikan melalui jalur SBM. Sementara 40 persen sisanya, yakni 1.444 kursi, tersedia melalui Jalur Seleksi Mandiri Masuk (SMM).
“Sejalan dengan kebijakan tersebut berbasis mutu dan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, target pendaftar jalur SBM 2026 ditetapkan 175 persen dari kuota yang tersedia atau kurang lebih 3.791 calon mahasiswa,” ujar Heri dalam laporannya.
Salah satu keunggulan Poltekpar terletak pada kurikulum berbasis praktikum yang mencapai 70 persen, jauh lebih besar dibandingkan teori. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan dua kali magang industri, termasuk peluang magang dan bekerja di luar negeri.
Saat ini, pendidikan di Poltekpar telah mengantongi akreditasi “Unggul” serta sertifikasi internasional TedQual–UN Tourism. Kurikulumnya juga mengacu pada ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals.
Strategi promosi PMB tahun ini difokuskan pada pemanfaatan media digital dan sosial berbasis visual. Sasaran utamanya adalah Generasi Z sebagai calon mahasiswa serta orang tua sebagai pengambil keputusan pendidikan.
Dengan mengusung tagline “Siap Kerja, Siap Berwirausaha, dan Siap Mendunia – Kuliah di Poltekpar Aja”, pemerintah berharap lulusan Poltekpar dapat menjadi motor penggerak industri pariwisata yang kompeten dan berdaya saing global.
Baca Juga: 6 Artis Wanita Kuliah di Australia, Terbaru Amel Carla Bakal Lanjut S2
“Kami berharap PMB SBM 2026 ini menjadi etalase nasional pendidikan vokasi pariwisata, sekaligus memperkuat sinergi antara kementerian, kampus, dan mitra industri dalam menyiapkan SDM yang berkarakter,” pungkas Heri.
Selain dihadiri Menteri dan Wakil Menteri Pariwisata, kegiatan ini juga dihadiri Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham, Direktur Poltekpar Makassar Herry Rachmat Widjaja, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenpar Fadjar Hutomo, President of United in Diversity Foundation Tantowi Yahya, serta para direktur Poltekpar dari seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru ini akan ditutup pada 5 Mei 2026.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total
-
Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi
-
Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan
-
Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?
-
Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?
-
Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara
-
Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang