- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengoperasikan layanan Transjabodetabek rute B51 Cawang-Cikarang mulai Rabu, 11 Februari 2026.
- Rute sepanjang 89,05 km ini menyediakan tarif promo Rp2.000 saat jam sibuk pagi dan beroperasi harian.
- Sebanyak 14 bus akan melayani penumpang dengan estimasi waktu tempuh sekitar 105-108 menit.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengoperasikan layanan Transjabodetabek rute B51 yang menghubungkan Cawang, Jakarta Timur, dengan kawasan Cikarang, Jawa Barat, mulai hari ini, Rabu (11/2/2026).
Peluncuran rute ini menjadi solusi baru bagi ribuan pekerja dan penglaju yang setiap hari melakukan perjalanan lintas wilayah, khususnya menuju kawasan industri Cikarang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kehadiran Transjabodetabek Cawang–Cikarang sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang terjangkau, terintegrasi, dan efisien.
"Ini solusi nyata menghubungkan titik strategis Cawang sebagai simpul mobilitas Jakarta Timur, dengan kawasan aktivitas di Kawasan Cikarang dan sekitarnya," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Rute sepanjang 89,05 kilometer ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Masyarakat dapat menikmati tarif promo sebesar Rp2.000 untuk perjalanan pada jam sibuk pagi, yakni pukul 05.00–07.00 WIB.
Sementara itu, pada jam operasional lainnya, tarif yang diberlakukan mengikuti tarif reguler Transjakarta sebesar Rp3.500.
Sebanyak 14 unit bus tipe low entry disiapkan untuk melayani rute ini. Armada akan melintas melalui jalan tol guna mempercepat waktu perjalanan dan meningkatkan kenyamanan penumpang.
Layanan Transjabodetabek B51 memiliki 11 titik pemberhentian strategis, mulai dari Cawang Sentral di Jakarta hingga sejumlah titik di Cikarang, termasuk Hollywood Junction dan Living Plaza Cikarang.
Berdasarkan perhitungan operasional, waktu tempuh perjalanan dari Cawang menuju Cikarang diperkirakan sekitar 108 menit, sementara dari Cikarang ke Cawang sekitar 105 menit.
Baca Juga: Pramono Anung dan Deklarasi 'Kerja Otak': Saat Gorong-gorong Tak Lagi Jadi Panggung Pemimpin Jakarta
Untuk menjaga kelancaran layanan, pihak Transjakarta menetapkan jarak antarbus atau headway selama 10 menit pada jam sibuk dan 20 menit di luar jam sibuk.
"Mari kita gunakan transportasi publik untuk membantu rutinitas kita semua. Berangkat kerja, pulang, dan beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan hemat," pungkas Pramono.
Berita Terkait
-
Jadwal Pekan ke-21 BRI Super League: Persib 'Menghilang', Persija Dijamu Bali United
-
Tertinggal 6 Poin dari Persib, Seberapa Besar Kans Persija Juara Musim Ini?
-
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Siap-Siap Hujan Lebat dan Angin Kencang!
-
Gelar Aksi, Warga Tagih Janji Ganti Rugi Lahan Flyover Pramuka Rp369 Miliar ke DPRD DKI
-
Viral Maling Berjaket Merah Todongkan Senpi di Lenteng Agung, Polisi Buru Pelaku
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital