Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) rintisan 78 Sragen, Jawa Tengah pada Rabu (11/2/2026). Dalam kesempatan ini dia juga mengecek progres pembangunan sekolah rakyat permanen.
Agus Jabo mengawali kunjungannya dengan melakukan peninjauan fasilitas SRT rintisan 78 Sragen. Didampingi Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Sragen Suroto, dan Kepala Dinas Sosial Sragen Yuniarti, Agus Jabo juga menyapa dan memberi semangat para siswa.
"Jadi, Pak Presiden membuat Sekolah Rakyat memang untuk kalian, supaya kalian bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-cita kalian," jelasnya.
"Semangat ya. Jangan rendah diri. Anak Indonesia harus semangat dan harus berani," tambah Agus Jabo.
SRT 78 rintisan Sragen berlokasi di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Badan Pengelola Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Sragen, Jalan RA Kartini, Kecamatan Karangmalang.
SRT 78 Sragen menampung dua rombongan belajar (rombel) yang terdiri atas satu rombel jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan satu rombel tingkat sekolah menengah atas (SMA). Masing-masing rombel diisi 25 peserta didik.
Usai meninjau asrama putra, Agus Jabo beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke ruang kelas siswa SMP yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar Bahasa Inggris.
"Senang enggak di sini?" tanya Agus Jabo kepada siswa-siswi.
"Senang," jawab para murid serentak dan penuh semangat.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
Agus Jabo kemudian berinteraksi dengan sejumlah murid yang berada di kelas. Masing-masing peserta didik berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda.
Salah satunya Galih Bayu Pratama yang mengungkapkan bahwa ayahnya tidak bekerja lantaran sedang sakit. Sedangkan ibunya sehari-hari berjualan di Klaten.
Galih mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari bagi dirinya, sang ayah dan adiknya yang berusia 11 tahun, mengandalkan pemberian tetangga.
Meski hidup penuh keterbatasan, Galih menyatakan kelak ingin menjadi perwira TNI. Mendengar hal itu, Agus Jabo berpesan kepada Galih agar terus semangat menimba ilmu demi bisa meraih cita-citanya.
"Supaya kamu bisa mewujudkan cita-citamu, kamu harus yakin, harus semangat ya. Kamu harus jadi tentara, saya harus jadi tentara supaya saya bisa membantu orang tua saya yang sakit, adik saya, menjadi anak Indonesia yang hebat. Kalau kamu hebat, Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang hebat. Semangat ya, disiplin," pesan Agus Jabo kepada Galih.
Selain itu, Agus Jabo juga mendapati kondisi keluarga murid lainnya bernama Rangga Adi yang kini hidup hanya bersama sang ibu. Sebab, orangtuanya telah bercerai. Rangga menyampaikan, sehari-hari ibunya bekerja sebagai buruh pabrik.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Sebut Dukungan Polri Percepat Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Rakyat
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Gus Ipul Tegaskan Percepatan Sekolah Rakyat Nias Utara Prioritas Utama Presiden Prabowo
-
Wamensos Buka Pelatihan Sekolah Rakyat di Magelang: Siap Cetak Generasi Kaya & Berkarakter Kuat!
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
JakartaKelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!
-
Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur