News / Nasional
Kamis, 19 Februari 2026 | 20:39 WIB
Pengamat politik Ray Rangkuti di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Baca 10 detik
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin masuk bursa capres Pilpres 2029, menambah daftar tokoh independen yang muncul berdasar kiprah pribadi.
  • Menurut survei IPI, Sjafrie Sjamsoeddin menempati urutan ketujuh dengan elektabilitas 7,5 persen di bawah tokoh utama.
  • Kehadiran Sjafrie berpotensi menekan peluang elektabilitas Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi nasional mendatang.

Abdan mencontohkan 4 indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie Sjamsoeddin, seperti kepemimpinan dan ketokohannya di angka 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen serta integritas 10 persen.

"Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Sjafrie Sjamsoeddin tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral.

Celah inilah yang membuka ruang bagi dinamika politik baru, terutama jika terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya 'pemain utama.

Sementara itu, rendahnya elektabilitas sejumlah tokoh populer menegaskan bahwa popularitas semata tidak lagi cukup di tengah pemilih yang semakin rasional dan kontekstual," pungkas Abdan.

Survei Indonesian Public Institute (IPI) digelar 30 Januari 2026 hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden yang merupakan masyarakat berusia 17 tahun - 65 tahun dan berasal dari 35 Provinsi di Indonesia.

Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah Multistage Random Sampling. Metode ini adalah teknik sampling di mana pemilihan sampel dilakukan dalam beberapa tahap (stage), dari unit besar ke unit yang lebih kecil, dan setiap tahap dilakukan secara acak (random).

Berdasarkan teknik sampling tersebut, sampel berasal dari 35 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar 2,78 % pada tingkat kepercayaan ± 95 %.

Load More