- Menkeu Purbaya klarifikasi pernyataan soal gugatan guru honorer agar tidak memicu kegaduhan.
- Gugatan MK fokus pada penggunaan dana pendidikan Rp223 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis.
- Purbaya tegaskan menghormati guru honorer sebagai pilar penting pembangunan SDM Indonesia.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak tak ingin mengambil risiko memicu kegaduhan publik lebih luas.
Belajar dari dinamika pendahulunya, Purbaya langsung memberikan klarifikasi cepat terkait pernyataannya mengenai gugatan guru honorer atas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Purbaya menegaskan, dirinya sangat menghormati aspirasi para guru honorer yang mengajukan uji materiil UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026.
Ia menyadari betul bahwa guru honorer adalah pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Memahami bahwa guru honorer memiliki peran penting dalam sistem pendidikan nasional dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari prioritas pembangunan SDM," ujar Purbaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2026).
Klarifikasi ini muncul menyusul pernyataan Purbaya sebelumnya yang sempat dinilai meremehkan gugatan para guru.
Kala itu, ia menyebut gugatan tersebut berpotensi kalah. Namun, kini Bendahara Negara itu meluruskan bahwa ucapannya tersebut hanyalah penjelasan mengenai aspek teknis persidangan.
"Ya biar saja, kita lihat dulu seperti apa. Kan bisa kalah, bisa menang. Kalau saya rasa lemah, ya pasti kalah. Tapi kita lihat dulu hasilnya," kata Purbaya usai Rakor Satgas di Gedung DPR RI, Rabu (18/2).
Purbaya berkilah bahwa pernyataan itu tidak bermaksud merendahkan martabat atau perjuangan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
Baca Juga: Dana Desa buat Kopdes Merah Putih Tembus Rp 34,57 T, Purbaya: Hitungan Saya Lebih Besar
"Menkeu tidak bermaksud merendahkan ataupun mengabaikan aspirasi para guru honorer," tambahnya.
Gugatan ke MK ini diinisiasi oleh dosen Rega Felix dan guru honorer Reza Sudrajat. Keduanya mempersoalkan alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2026 yang dinilai 'bocor' untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data menunjukkan, dari total anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun, sebanyak Rp223 triliun tersedot untuk program MBG.
Hal inilah yang memicu kekhawatiran para pendidik akan berkurangnya porsi kesejahteraan guru dan fasilitas pendidikan murni.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Saham BBCA Ambles, Grup Djarum Mau Bawa SUPR Keluar dari Bursa
-
Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113
-
Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital
-
Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI
-
Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD
-
Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret
-
BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal
-
IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!
-
DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya