News / Nasional
Minggu, 22 Februari 2026 | 14:20 WIB
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. (Tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Indonesia berpotensi memimpin peradaban global karena megadiversity budaya (17.000 pulau, 1.340 suku).
  • Fadli Zon memperkenalkan konsep "Out of Nusantara" sebagai tandingan teori migrasi purba, didukung bukti arkeologis 60.000 tahun lalu.
  • Pencapaian film nasional yang menguasai pasar domestik (67%) dan tampil di festival internasional menjadi bukti kekuatan budaya kontemporer.

Fadli Zon menyinggung perkembangan industri kreatif, khususnya film nasional, yang kini menunjukkan taji di rumah sendiri dengan menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar domestik.

Dominasi itu dianggap sebagai bukti bahwa masyarakat Indonesia semakin mencintai karya berbasis budaya lokal.

Ia menyebut film animasi Jumbo mencetak rekor penonton domestik dan film Indonesia tampil di berbagai festival internasional, seperti Berlin International Film Festival dan Cannes Film Festival.

Pencapaian di kancah global ini menjadi indikator bahwa nilai-nilai budaya Indonesia mampu diterima dan diapresiasi oleh masyarakat dunia.

Kebudayaan adalah fondasi. Di mana pun latar belakang kita, tidak pernah bisa dilepaskan dari budaya,” kata Menbud Fadli Zon.

Di sisi lain, penguatan karakter berbasis budaya dan nilai juga menjadi fokus di tingkat pendidikan tinggi. Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan Program Baitul Arqom mulai tahun ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa untuk memperkuat identitas sebagai intelektual muda yang berkarakter.

Langkah ini diambil untuk memastikan kemajuan intelektual berjalan selaras dengan akar budaya dan moralitas.

Baitul Arqom Mahasiswa 2026 diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa dalam tiga gelombang (batch). Program ini dirancang untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas tinggi.

"Pintar itu kalau tidak berbasis pada nilai moralitas, karakter, dan akhlakul karimah, maka akan kosong. Mahasiswa harus jujur, toleran, dan peduli terhadap sesama," katanya.

Baca Juga: Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah

Load More