- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Indonesia berpotensi memimpin peradaban global karena megadiversity budaya (17.000 pulau, 1.340 suku).
- Fadli Zon memperkenalkan konsep "Out of Nusantara" sebagai tandingan teori migrasi purba, didukung bukti arkeologis 60.000 tahun lalu.
- Pencapaian film nasional yang menguasai pasar domestik (67%) dan tampil di festival internasional menjadi bukti kekuatan budaya kontemporer.
Fadli Zon menyinggung perkembangan industri kreatif, khususnya film nasional, yang kini menunjukkan taji di rumah sendiri dengan menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar domestik.
Dominasi itu dianggap sebagai bukti bahwa masyarakat Indonesia semakin mencintai karya berbasis budaya lokal.
Ia menyebut film animasi Jumbo mencetak rekor penonton domestik dan film Indonesia tampil di berbagai festival internasional, seperti Berlin International Film Festival dan Cannes Film Festival.
Pencapaian di kancah global ini menjadi indikator bahwa nilai-nilai budaya Indonesia mampu diterima dan diapresiasi oleh masyarakat dunia.
“Kebudayaan adalah fondasi. Di mana pun latar belakang kita, tidak pernah bisa dilepaskan dari budaya,” kata Menbud Fadli Zon.
Di sisi lain, penguatan karakter berbasis budaya dan nilai juga menjadi fokus di tingkat pendidikan tinggi. Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan Program Baitul Arqom mulai tahun ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa untuk memperkuat identitas sebagai intelektual muda yang berkarakter.
Langkah ini diambil untuk memastikan kemajuan intelektual berjalan selaras dengan akar budaya dan moralitas.
Baitul Arqom Mahasiswa 2026 diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa dalam tiga gelombang (batch). Program ini dirancang untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
"Pintar itu kalau tidak berbasis pada nilai moralitas, karakter, dan akhlakul karimah, maka akan kosong. Mahasiswa harus jujur, toleran, dan peduli terhadap sesama," katanya.
Baca Juga: Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah
Berita Terkait
-
Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah
-
Kaesang Pangarep: Kirab Budaya PSI Hidupkan UMKM dan Seniman
-
Berkemeja Putih, Jokowi Hadiri Kirab Budaya PSI di Tegal
-
Pagelaran Sendratari Sang Kala Nyimas Gandasari Siap Tampil di TIM Jakarta
-
Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU