- Propam Polda Metro Jaya menyelidiki kasus penganiayaan tiga pegawai SPBU di Cipinang oleh oknum aparat pada Minggu malam (22/2).
- Penganiayaan dipicu penolakan pengisian Pertalite karena ketidaksesuaian fisik kendaraan dengan data barcode sistem.
- Korban telah melapor ke Polsek Pulogadung, menjalani visum, dan kini kasus ditangani intensif oleh kepolisian setempat.
Suara.com - Anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 yang berlokasi di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.
Kedatangan tim internal kepolisian ini bertujuan untuk menindaklanjuti dugaan kasus penganiayaan yang menimpa sejumlah pegawai SPBU oleh oknum aparat. Langkah cepat ini diambil setelah insiden tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Kehadiran personel Propam di lokasi kejadian dikonfirmasi oleh pihak pengelola SPBU pada Senin (23/2/2026) sore.
Petugas langsung melakukan pendalaman terkait bukti-bukti di lapangan, termasuk memeriksa rekaman video dari kamera pengawas untuk memperjelas duduk perkara.
"Tadi sudah ke sini Propam Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.00 WIB, minta keterangan terkait video kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) tersebut," kata salah satu Staf SPBU 3413901, Mukhlisin (38) saat ditemui di SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, sebagaimana dilansir Antara, Senin.
Tiga orang pegawai SPBU 3413901 yang menjadi korban dalam peristiwa ini telah resmi menempuh jalur hukum.
Mereka melaporkan tindakan kekerasan yang dialami ke pihak kepolisian setempat guna mendapatkan perlindungan dan keadilan.
Laporan tersebut langsung direspons oleh jajaran kepolisian dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (22/2) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Baca Juga: Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak
Pihak manajemen SPBU kemudian secara resmi melaporkan kejadian itu ke Polsek Pulogadung pada Senin pagi untuk segera diproses secara hukum.
"Kejadian Minggu (22/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Tadi pagi, sekitar jam 09.00 WIB langsung melapor ke Polsek Pulogadung," ujar Mukhlisin.
Setelah laporan resmi diterima oleh pihak kepolisian, para korban langsung mendapatkan penanganan medis dan hukum.
Polisi mengarahkan para pegawai yang mengalami luka-luka untuk segera melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh di rumah sakit milik Polri guna memperkuat bukti kekerasan dalam proses penyelidikan.
"Tanggapannya bagus, langsung. Tadi, langsung visum juga ke RS Polri Kramat Jati, langsung diproses," ucap Mukhlisin.
Pemilik SPBU 3413901, Ernesta, menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam melihat karyawannya menjadi korban kekerasan saat sedang bertugas.
Tag
Berita Terkait
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak
-
Viral Hantaman Helm Oknum Brimob dan Praktik Kekerasan Aparat Yang Mengakar
-
10 Fakta Pilu Oknum Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Tual Maluku
-
DPR Pastikan Kawal Kasus Bocah Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Desak Pelaku Dihukum Berat
-
Wamen HAM Mugiyanto: Oknum Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Pelanggaran HAM
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya