- Anggota Komisi XII DPR RI, Arif Riyanto Uopdana, mendukung beasiswa pendidikan tinggi Pemkab Pegunungan Bintang.
- Dukungan disampaikan saat wisuda mahasiswa putra-putri Pegunungan Bintang di kampus UKSW Salatiga baru-baru ini.
- Pendidikan dianggap investasi penting bagi pembangunan dan pemerataan masa depan wilayah Papua Pegunungan.
Suara.com - Anggota Komisi XII DPR Ri dari Fraksi PDIP, Arif Riyanto Uopdana mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang yang memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi putra-putri Papua Pegunungan.
Hal tersebut ia sampaikan ketika menghadiri acara wisuda mahasiswa putra-putri Pegunungan Bintang di kampus UKSW Salatiga.
“Kesempatan belajar hingga ke luar daerah akan membuka cakrawala baru, memperkaya wawasan, dan membekali mereka dengan keterampilan modern. " ujarnya saat memberikan sambutan saat wisuda.
Arif merupakan senior dari mahasiswa-mahasiswa yang sekarang terhimpun dalam Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Aplim-Apom (Komapo) Kabupaten Pegunungan Bintang.
Sebagai pemuda dan alumni, Arif Riyanto Uopdana memberikan perhatian khusus untuk putra-putri Pegunungan Bintang yang menempuh pendidikan tinggi di luar pulau. Termasuk menghadiri acara wisuda bagi adik-adik mahasiswa merupakan kebahagiaan tersendiri baginya.
"Kelak, mereka dapat kembali ke tanah kelahirannya dengan membawa ilmu dan semangat untuk membangun. Pendidikan bukan sekadar hak, melainkan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah masa depan Papua Pegunungan.” ujarnya
Menurutnya, mereka bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pencipta solusi bagi daerahnya sendiri.
Tanpa pendidikan, jurang ketertinggalan akan semakin lebar. Dengan pendidikan, peluang untuk mengejar daerah lain di Indonesia terbuka lebar.
“Pemerataan pembangunan tidak bisa hanya diukur dari jalan yang mulus atau gedung yang megah. Ia harus dimulai dari manusia yang berpengetahuan. Di Papua Pegunungan, pendidikan adalah jalan terang yang akan menuntun masyarakat keluar dari keterbatasan menuju masa depan yang lebih adil dan sejahtera.” tambah dia.
Baca Juga: Keputusan Menteri tentang Hutan Papua Selatan Diprotes: Apa Dampaknya bagi Masyarakat Adat?
Berita Terkait
-
6 Artis Penerima Beasiswa LPDP, Ada Tasya Kamila hingga Isyana
-
Bukan Cuma LPDP! Ini 4 Beasiswa Pemerintah Indonesia Fully Funded Kuliah di Luar Negeri
-
Komentari Kasus LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Ingatkan Bahaya Pamer di Medsos
-
Apa Sanksi bagi Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Pulang ke Indonesia?
-
7 Beasiswa Fully Funded yang Tidak Wajib Pulang ke Indonesia, Alternatif LPDP
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!
-
Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'
-
Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal
-
Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha
-
Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu
-
Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat
-
'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah
-
Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan
-
Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina
-
Studi: Model Iklim Saat Ini Dinilai Kurang Akurat Baca Dampak Perubahan Iklim di Perkotaan, Kenapa?