- John Tobing, maestro lagu pergerakan, meninggal dunia pada Kamis (26/2/2026) pukul 20.45 WIB akibat henti jantung.
- Almarhum sempat menjalani perawatan intensif sejak November 2025 karena riwayat penyakit stroke yang dideritanya.
- Keluarga menegaskan bahwa lagu "Darah Juang" warisan almarhum dipersembahkan murni untuk kepentingan bangsa tanpa masalah hak cipta.
Suara.com - Kabar duka meninggalnya sang maestro lagu pergerakan, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang akrab disapa John Tobing, meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Putra bungsu almarhum, Gopas Kibar Syang Proudy (18), mengungkapkan bahwa detik-detik berpulangnya sang ayah terjadi secara tiba-tiba.
"Ini mendadak sih, sebetulnya. Memang kami dari keluarga itu pas sedang di rumah memang, karena di rumah sakit itu dimasukkan ke ruang ICU, tidak bisa ditunggu," kata Gopas saat ditemui di Rumah Duka RS Bethesda 'Arimatea', Kamis (26/2/2026).
Kemudian pada pukul 20.45 WIB pihak keluarga dihubungi oleh pihak rumah sakit dan mengabarkan bahwa John Tobing mengalami henti jantung.
"Henti jantung dan memang tidak kembali berdetak lagi dan akhirnya kami semua langsung datang ke rumah sakit. Memang kami belum cukup siap juga sebetulnya," tuturnya.
Kronologi Perawatan Medis
Sebelum mengembuskan napas terakhir di RSA UGM, sosok yang akrab disapa John Tobing ini sempat menjalani rangkaian perawatan intensif sejak akhir tahun lalu.
Tepatnya pada 29 November 2025 lalu dan baru kembali ke rumah 28 Januari 2026. Sebelum akhirnya kondisi kesehatannya kembali menurun drastis pada pekan ini.
John Tobing kembali harus dirawat di rumah sakit pada 8 Februari 2026 lalu. Saat itu ia dirawat selama lebih kurang satu pekan sebelum pulang lagi ke rumah.
"Terus barulah hari tanggal, hari Rabu dini hari masuk lagi karena penurunan kesadaran itu. Langsung dibawa ke rumah sakit," ucapnya.
Baca Juga: LMKN Buka Suara Usai Dilaporkan ke KPK soal Dana Royalti Rp14 Miliar
Gopas mengungkap bahwa sang ayah memang memiliki riwayat penyakit stroke.
"Riwayat sakit itu setahu saya cuman stroke sih. Stroke, dia sudah makan obat tensi juga. Cuman memang yang dia tidak makan itu obat gula," tuturnya.
Sosok Ayah dan Idola
Di mata sang putra, John Tobing bukan sekadar tokoh besar bagi sejarah bangsa. Melainkan sosok ayah yang sangat rendah hati dan hangat di lingkungan rumah.
Meskipun namanya harum lewat lagu "Darah Juang", John tetap memosisikan dirinya sebagai orang tua biasa yang gemar berbagi cerita sembari menikmati kopi di waktu senggang.
"Jujur, saya sendiri sebagai anaknya, saya sangat menganggap ayah saya itu idola saya. Saya baru sadar karena memang dia itu kalau di rumah tidak semenonjol itu, jadi seperti layaknya bapak-apak biasa," ungkap Gopas.
Gopas turut mengenang bagaimana semangat sang ayah tidak pernah padam meski raga tengah berjuang melawan sakit stroke.
Berita Terkait
-
LMKN Buka Suara Usai Dilaporkan ke KPK soal Dana Royalti Rp14 Miliar
-
Kabar Gembira Bagi Penyanyi! MK Putuskan Promotor yang Wajib Bayar Royalti, Bukan Artisnya
-
Curhat Judika di DPR Soal Kisruh Royalti: Harus Sama-Sama Diskusi, Bukan Debat
-
Once Mekel Soroti Sengketa Royalti Lagu, Hak Pencipta dan Publik Harus Seimbang
-
Di Rapat Revisi UU Hak Cipta, Ahmad Dhani Bongkar 'Loophole' Era Jokowi yang Bikin Komposer Sengsara
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari
-
Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!
-
1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?
-
Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!
-
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total
-
Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek