News / Internasional
Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:02 WIB
Kepulan asap membumbung di Teheran, setelah Israel menyerang Iran. WANA (West Asia News Agency)
Baca 10 detik
  • Upaya serangan kilat AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi untuk melumpuhkan kepemimpinan Iran gagal total.
  • Iran membalas dengan Operation True Promise 4, menghancurkan pangkalan militer AS di Teluk dan menewaskan ratusan personel.
  • Meskipun kompleks kediaman Khamenei hancur, pejabat Iran memastikan seluruh struktur kepemimpinan pusat tetap utuh dan berfungsi.

Operation True Promise 4: Pangkalan AS Luluh Lantak

Respons Iran terhadap serangan tersebut datang hanya dalam waktu dua jam, jauh lebih cepat dari yang diperkirakan oleh analis Barat.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan dimulainya "Operation True Promise 4", operasi pembalasan yang menargetkan titik-titik paling vital milik militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Gelombang pertama rudal balistik dan drone bunuh diri Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara canggih di empat negara sekaligus.

Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di UEA, dan Markas Angkatan Laut Kelima AS di Bahrain menjadi sasaran empuk.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip INA, IRGC menegaskan: "Sebagai response atas agresi kriminal dari musuh terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama dari serangan skala besar rudal dan drone oleh Republik Islam Iran telah diluncurkan ke wilayah pendudukan."

Laporan militer dari lapangan menyebutkan bahwa serangan ke pangkalan-pangkalan ini sangat destruktif.

Sedikitnya 200 tentara AS dikabarkan tewas dalam serangan di Bahrain dan Qatar, menjadikannya salah satu kehilangan nyawa terbesar bagi militer Amerika dalam satu hari operasi di luar negeri sejak beberapa dekade terakhir.

Gertakan Jenderal Jabbari: Senjata Rahasia Segera Muncul

Baca Juga: Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup

Kegagalan AS-Israel di hari pertama semakin diperparah dengan pernyataan psikologis dari Jenderal senior Iran, Ebrahim Jabbari.

Ia mengirimkan pesan ancaman langsung kepada Donald Trump bahwa apa yang dilihat dunia saat ini hanyalah sebagian kecil dari kapabilitas militer Iran yang sebenarnya.

Jabbari mengklaim bahwa rudal-rudal yang menghancurkan pangkalan AS hari ini hanyalah stok lama dari gudang senjata mereka.

“Trump harus tahu bahwa hari ini kami menembakkan rudal-rudal lama dari gudang senjata, sebentar lagi kami akan memperlihatkan senjata-senjata yang belum pernah Anda lihat sebelumnya,” tegas Jabbari.

Sementara mengikutip dari Al Jazeera, pihak Amerika Serikat maupun Israel memastikan serangan terhadap Iran akan dilanjutkan.

Load More