- Menlu China dan Rusia mengecam serangan AS-Israel di Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi serta ratusan warga sipil.
- China menuntut penghentian operasi militer, penolakan tindakan sepihak, dan desakan untuk segera kembali ke perundingan damai.
- Akibat serangan tersebut, Beijing mengatur evakuasi darurat bagi warga negara China yang terdampar di wilayah Iran.
Rusia Pasang Badan
Senada dengan Beijing, Menlu Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa tindakan AS dan Israel telah merusak stabilitas kawasan secara fundamental. Rusia siap berkoordinasi dengan China melalui berbagai platform internasional.
"Rusia memiliki posisi yang sejalan dengan China dan bersedia memperkuat koordinasi serta komunikasi dengan China menggunakan platform seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Shanghai untuk menyampaikan sinyal yang jelas, menyerukan penghentian perang segera, serta kembali ke proses perundingan diplomatik," kata Lavrov.
Kondisi Mencekam: Pemimpin Tertinggi Iran Gugur
Agresi militer ini membawa dampak yang sangat destruktif. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam serangan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah petinggi militer elit Iran juga tewas, termasuk:
- Mohammad Pakpour (Komandan IRGC)
- Abdulrahim Mousavi (Kepala Staf Militer)
- Aziz Nasirzadeh (Menteri Pertahanan)
- Ali Shamkhani (Sekretaris Dewan Pertahanan)
Data sementara menunjukkan setidaknya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat gempuran yang juga menyasar ibu kota Teheran tersebut.
Evakuasi Warga Negara China
Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi adanya warga negara mereka yang turut menjadi korban luka dalam serangan tersebut. Saat ini, sejumlah wisatawan asal China juga terdampar di wilayah Iran.
Pemerintah China mengeluarkan peringatan keras agar warganya tidak melakukan perjalanan ke Iran dan wilayah terdampak. Bagi mereka yang masih berada di sana, diimbau untuk menjauhi fasilitas militer dan kawasan sensitif.
Baca Juga: Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan
Beijing pun telah menyiapkan jalur evakuasi darurat bagi warga negaranya melalui empat negara tetangga, yakni Azerbaijan, Armenia, Turki, dan Irak, dengan bantuan penuh dari kedutaan dan konsulat setempat. (Antara)
Berita Terkait
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
-
Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?
-
Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi
-
Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata