- Pemerintah memproyeksikan 143,9 juta pergerakan masyarakat selama libur Idulfitri 1447 H/2026 M.
- Skema pembatasan kerumunan termasuk libur lebar, sekolah, dan ASN diterapkan untuk urai kepadatan.
- Mitigasi bencana hidrometeorologi dan peningkatan keselamatan pengendara motor menjadi prioritas utama.
Suara.com - Pemerintah memproyeksikan sebanyak 143,9 juta pergerakan masyarakat akan terjadi selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.
Angka tersebut menjadi perhatian utama dalam persiapan pengamanan dan pelayanan mudik tahun ini.
Lonjakan mobilitas itu berdasarkan survei Kementerian Perhubungan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan berbagai skema untuk mencegah penumpukan arus pada waktu tertentu.
“Kita berusaha mengurangi tekanan dengan membuat rentang waktu libur yang lebih lebar, mengatur libur sekolah, serta menerapkan fleksibel working arrangement bagi para ASN,” ujar Pratikno dalam Rapat Koordinasi Persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Skema tersebut diharapkan bisa memecah kepadatan arus mudik dan arus balik, terutama di jalur-jalur utama yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan panjang.
Namun, tantangan tidak hanya datang dari sisi transportasi. Pemerintah juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengintai sejumlah wilayah.
Pratikno menyebut kondisi di Sumatra belum sepenuhnya pulih dari bencana sebelumnya, sementara wilayah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali hingga Papua masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
“Kita harus berusaha keras untuk menjaga keamanan, keselamatan jiwa adalah prioritas yang paling tinggi. Mitigasi bencana harus dilakukan secara terintegrasi,” tegasnya.
Baca Juga: Waspada Lonjakan Mendadak! Polri Siapkan 161 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
Selain faktor cuaca, perhatian khusus juga diberikan kepada keselamatan pengendara motor yang selama ini mendominasi perjalanan mudik jarak menengah hingga jauh.
Pemerintah meminta pengamanan jalur vital diperkuat agar risiko kecelakaan bisa ditekan.
“Fokus keselamatan, terutama para pengendara motor. Pengamanan jalur vital harus menjadi perhatian bersama,” kata Pratikno.
Di sisi pelayanan, pemerintah menekankan pendekatan yang lebih humanis dan inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan mudik tidak hanya diukur dari kelancaran arus, tetapi juga dari rasa aman dan nyaman yang dirasakan masyarakat.
Berita Terkait
-
Bukan Malam, Ini 3 Jam Paling Rawan Kecelakaan Saat Arus Mudik Lebaran
-
Polri Petakan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dalam 2 Gelombang, Ini Detailnya
-
Balita Rewel Bikin Perjalanan Pelik? Simak 6 Trik Cerdas Ini agar Mudik Lebaran 2026 Tetap Asik
-
Waspada Lonjakan Mendadak! Polri Siapkan 161 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual