News / Nasional
Senin, 02 Maret 2026 | 16:30 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). (Suara.com/Yasir)
Baca 10 detik
  • Kapolri menyoroti pukul 09.00 hingga 12.00 sebagai waktu rawan puncak kecelakaan saat Operasi Ketupat 2026.
  • Operasi Ketupat 2026 melibatkan 161 ribu personel gabungan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret mendatang.
  • Penyebab kecelakaan tertinggi adalah gagal menjaga jarak aman, sehingga edukasi keselamatan akan digencarkan.

Suara.com - Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyoroti rentang waktu pukul 09.00 hingga 12.00 sebagai periode paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri. Temuan tersebut menjadi perhatian utama dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026.

Berdasarkan analisis dan evaluasi Operasi Ketupat tahun sebelumnya, Listyo menyebut puncak kecelakaan justru terjadi pada rentang pagi menjelang siang.

“Jam tertinggi ada di jam 09.00 sampai 12.00, ada 532 kecelakaan,” ujar Listyo dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Secara umum, angka kecelakaan selama Operasi Ketupat 2025 memang menunjukkan tren penurunan signifikan. Listyo merinci, jumlah kecelakaan turun 31,43 persen, korban meninggal dunia turun 53,24 persen, luka berat turun 7,19 persen, dan luka ringan turun 27,85 persen. Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat pola kerawanan yang harus diantisipasi secara serius.

Salah satunya, Listyo mengungkapkan penyebab kecelakaan tertinggi tercatat akibat gagal menjaga jarak aman dengan 1.156 kasus, disusul kelalaian terhadap kendaraan di depan. Menurutnya, peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan hasil rekayasa lalu lintas tidak boleh membuat pengemudi menjadi lengah.

“Kadang masyarakat sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi laka,” katanya.

Karena itu, edukasi keselamatan berkendara, menurut mantan Kabareskrim Polri tersebut, akan terus digencarkan pada Operasi Ketupat 2026. Berbagai strategi rekayasa lalu lintas tetap diberlakukan, mulai dari one way nasional dan lokal, contraflow, ganjil genap, pengaturan rest area, pembatasan kendaraan sumbu tiga, hingga delaying system di pelabuhan berdasarkan kajian traffic counting.

Listyo mengatakan Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung pada 13–25 Maret dengan melibatkan 161 ribu personel gabungan. Polri juga menyiapkan 2.746 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu untuk mengamankan lebih dari 185 ribu objek, mulai dari tempat ibadah hingga lokasi wisata.

Dalam pelaksanaannya, Kapolri menegaskan pendekatan preemtif dan preventif akan dikedepankan, sementara penegakan hukum dilakukan secara humanis. Operasi tahun ini mengusung tagline 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'.

Baca Juga: Polri Petakan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dalam 2 Gelombang, Ini Detailnya

Selain faktor kecelakaan, Polri juga mengantisipasi potensi kemacetan di jalur tol dan arteri, lonjakan di pelabuhan penyeberangan, serta risiko bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga Maret 2026.

“Kita tidak boleh underestimate. Laksanakan persiapan dan pengamanan secara optimal,” pungkas Listyo.

Load More