- Kapolri menyoroti pukul 09.00 hingga 12.00 sebagai waktu rawan puncak kecelakaan saat Operasi Ketupat 2026.
- Operasi Ketupat 2026 melibatkan 161 ribu personel gabungan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret mendatang.
- Penyebab kecelakaan tertinggi adalah gagal menjaga jarak aman, sehingga edukasi keselamatan akan digencarkan.
Suara.com - Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyoroti rentang waktu pukul 09.00 hingga 12.00 sebagai periode paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri. Temuan tersebut menjadi perhatian utama dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026.
Berdasarkan analisis dan evaluasi Operasi Ketupat tahun sebelumnya, Listyo menyebut puncak kecelakaan justru terjadi pada rentang pagi menjelang siang.
“Jam tertinggi ada di jam 09.00 sampai 12.00, ada 532 kecelakaan,” ujar Listyo dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Secara umum, angka kecelakaan selama Operasi Ketupat 2025 memang menunjukkan tren penurunan signifikan. Listyo merinci, jumlah kecelakaan turun 31,43 persen, korban meninggal dunia turun 53,24 persen, luka berat turun 7,19 persen, dan luka ringan turun 27,85 persen. Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat pola kerawanan yang harus diantisipasi secara serius.
Salah satunya, Listyo mengungkapkan penyebab kecelakaan tertinggi tercatat akibat gagal menjaga jarak aman dengan 1.156 kasus, disusul kelalaian terhadap kendaraan di depan. Menurutnya, peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan hasil rekayasa lalu lintas tidak boleh membuat pengemudi menjadi lengah.
“Kadang masyarakat sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi laka,” katanya.
Karena itu, edukasi keselamatan berkendara, menurut mantan Kabareskrim Polri tersebut, akan terus digencarkan pada Operasi Ketupat 2026. Berbagai strategi rekayasa lalu lintas tetap diberlakukan, mulai dari one way nasional dan lokal, contraflow, ganjil genap, pengaturan rest area, pembatasan kendaraan sumbu tiga, hingga delaying system di pelabuhan berdasarkan kajian traffic counting.
Listyo mengatakan Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung pada 13–25 Maret dengan melibatkan 161 ribu personel gabungan. Polri juga menyiapkan 2.746 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu untuk mengamankan lebih dari 185 ribu objek, mulai dari tempat ibadah hingga lokasi wisata.
Dalam pelaksanaannya, Kapolri menegaskan pendekatan preemtif dan preventif akan dikedepankan, sementara penegakan hukum dilakukan secara humanis. Operasi tahun ini mengusung tagline 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'.
Baca Juga: Polri Petakan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dalam 2 Gelombang, Ini Detailnya
Selain faktor kecelakaan, Polri juga mengantisipasi potensi kemacetan di jalur tol dan arteri, lonjakan di pelabuhan penyeberangan, serta risiko bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga Maret 2026.
“Kita tidak boleh underestimate. Laksanakan persiapan dan pengamanan secara optimal,” pungkas Listyo.
Berita Terkait
-
Polri Petakan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dalam 2 Gelombang, Ini Detailnya
-
Balita Rewel Bikin Perjalanan Pelik? Simak 6 Trik Cerdas Ini agar Mudik Lebaran 2026 Tetap Asik
-
Waspada Lonjakan Mendadak! Polri Siapkan 161 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
-
Operasi Ketupat 2026, Polri Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan
-
Kapolri: Stabilitas Keamanan Kunci Jaga Ekonomi di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah