- Serangan AS-Israel selama lima hari telah menewaskan lebih dari 1.145 warga Iran.
- Trump mengancam akan mengerahkan militer untuk menembus blokade Iran di jalur minyak dunia.
- Sistem pertahanan NATO di Mediterania mulai aktif mencegat serangan rudal balistik Iran.
Suara.com - Situasi di Timur Tengah semakin mencekam memasuki hari kelima eskalasi militer.
Laporan terbaru dari media pemerintah Iran, seperti dikutip Al Jazeera, mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel telah melampaui angka 1.000 jiwa, tepatnya mencapai 1.145 orang.
Sementara itu, konflik yang kian meluas ini mulai menyeret kekuatan regional dan internasional ke dalam pusaran peperangan.
Di wilayah Mediterania Timur, Turki melaporkan bahwa sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran berhasil dihancurkan sebelum mencapai targetnya.
Penghancuran rudal tersebut dilakukan oleh sistem pertahanan udara dan rudal milik NATO yang bersiaga di kawasan tersebut.
Insiden ini menandai keterlibatan teknologi pertahanan lintas negara dalam meredam serangan jarak jauh Iran.
Donald Trump Ancam Kirim Angkatan Laut
Menanggapi keputusan sepihak Iran yang menyatakan penutupan Selat Hormuz, jalur air paling vital bagi pasokan minyak dunia, Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tegas.
Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat siap mengerahkan kekuatan Angkatan Laut (US Navy) untuk mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi jalur tersebut.
Baca Juga: Benarkah Striker Iran Mehdi Taremi Angkat Senjata Lawan AS-Israel? Begini Faktanya
"Kami siap memastikan keamanan navigasi internasional," tegas Trump.
Namun, kebijakan agresif Trump ini tidak lepas dari kecaman di dalam negerinya sendiri. Para politisi dari Partai Demokrat melontarkan kritik keras terhadap pembenaran serangan yang digunakan pemerintah.
Mereka memperingatkan bahwa langkah ini bisa menjebak Amerika Serikat dalam serangan darat dan keterlibatan terbuka tanpa akhir yang jelas.
Kekhawatiran mengenai potensi perang berkepanjangan kini menghantui publik AS, di tengah bayang-bayang trauma operasi militer di masa lalu.
Situasi di lapangan terus berkembang dengan cepat, seiring meningkatnya angka korban dan pergeseran kekuatan militer di perbatasan.
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Siap Tempur, Israel Justru Kelelahan Dibombardir Iran
-
Donald Trump Tak Peduli Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026
-
Banyak yang Mundur, Hamish Daud Tetap Berangkat Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah
-
Perang Iran dengan ASIsrael Memanas, UN Women Ingatkan Risiko pada Perempuan
-
Pakar UGM: Perang AS-Israel Vs Iran Pertegas Momentum Indonesia Keluar dari Board of Peace
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas
-
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Sering Telat, DPR Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
-
Kubu Yaqut Pertanyakan Keabsahan Kerugian Negara Rp622 M: Nilainya Berubah-ubah
-
Hak Korban Kekerasan Seksual Terabaikan, LBH APIK Kritik Penerapan RJ dan Pemotongan Anggaran
-
Kerugian Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Beberkan Bukti Audit BPK di Praperadilan Yaqut
-
Menag Lapor Presiden Takbiran di Bali Tetap Jalan Saat Nyepi, Tanpa Sound System dan Dibatasi Jam
-
Habiburokhman Ungkap Alasan Kuat Program MBG Masuk Pos Pendidikan: Siswa Adalah Bagian Terpenting
-
Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia
-
KPK Sita 5 Mobil Mewah dan Bukti Elektronik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT
-
Memperingati International Womens Day 2026, API Serukan Perlawanan atas Penghancuran Tubuh