- Guru Besar UGM, Siti Mutiah Setiawati, menyatakan keluarnya Indonesia dari Board of Peace secara teori mungkin terjadi.
- Keterbatasan ekonomi dan utang eksternal membuat posisi politik luar negeri Indonesia menjadi terikat dan sulit memutuskan.
- Siti menyarankan diplomasi halus untuk keluar demi menghindari agresi sepihak dan potensi embargo dari Amerika Serikat.
Suara.com - Guru Besar UGM Bidang Geopolitik Timur Tengah, Siti Mutiah Setiawati, menilai langkah Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) bukan sesuatu yang mustahil.
Namun dalam praktiknya, keputusan tersebut tidak sederhana. Kondisi itu terkait dengan posisi Indonesia yang masih memiliki banyak keterbatasan, terutama dari sisi ekonomi dan ketergantungan eksternal.
"Apa mungkin kita keluar dari BoP? harus (keluar). Tapi sebagai negara sedang berkembang itu, biasanya negara sedang berkembang itu mengalami dilema. Dalam memutuskan itu dilema karena kita itu apa-apanya terbatas," kata Siti di acara Pojok Bulaksumur UGM, Jumat (6/3/2026).
Menurut Siti, faktor ketergantungan Indonesia pada pemberi utang telah mengunci posisi politik luar negeri.
Dampak terburuk yang membayangi adalah agresi sepihak dan kehancuran ekonomi melalui embargo.
Belum lagi melihat karakter kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap mengabaikan hukum internasional. Sehingga ketika Indonesia dianggap membangkang, dampak lain yang lebih berat sangat berpotensi dijatuhkan.
"Apa reaksi Donald Trump? Ya Donald Trump itu kayak gitu kok, nggak bisa diprediksi. Bisa jadi dia menyerang kita, bisa. Mengembargo ya bisa, wong namanya orang ngawur," kata dia.
"Hukum internasional aja dilanggar, ngapain perjanjian dengan Indonesia, gampang melanggar. Jadi risikonya kita bisa terkena dampak ngawurnya ini," lanjutnya.
Serangan balik dari negara adidaya tersebut diyakini tidak hanya akan memukul sektor diplomatik. Melainkan turut mengancam stabilitas domestik yang sudah terbebani utang luar negeri yang tinggi.
Baca Juga: Di Tengah Panasnya Isu Perang, Lionel Messi Sambangi Donald Trump di Gedung Putih
Menakar hal itu, Siti menyarankan agar Indonesia tidak mengambil langkah frontal yang provokatif.
Menurutnya diplomasi halus lebih dibutuhkan daripada pernyataan keluar secara terang-terangan yang bisa saja memicu kemarahan Amerika Serikat.
"Jadi itu yang harus kita pikirkan, bagaimana Amerika tidak marah tapi kita bisa keluar, karena dia melanggar ya kita ikut-ikut melanggar atau bagaimana, tapi kita keluar tapi nggak usah bilang keluar gitu, tinggal diundang nggak usah datang juga bisa," terangnya.
Kegagalan mengelola transisi ini diprediksi akan membuat Indonesia terisolasi secara internasional dan mengalami krisis ekonomi akibat embargo dagang maupun finansial.
Siti tak memungkiri bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menemukan cara untuk lepas dari jeratan itu tanpa harus hancur oleh kekuatan ekonomi global.
"Artinya punya trik-trik yang ini kita berhadapan dengan orang yang tidak taat hukum lho. Jadi harus punya ide," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas