News / Nasional
Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:22 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian saat diwawancarai wartawan di Kota Padang. [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]
Baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian menargetkan semua pengungsi bencana di tiga pulau Sumatra keluar dari tenda sebelum Idulfitri 1447 H.
  • Pemerintah mendorong pemindahan pengungsi ke hunian sementara atau menggunakan skema Dana Tunggu Hunian segera terlaksana.
  • Pemulihan ditandai penurunan jumlah pengungsi tenda; Sumbar sudah bebas tenda, Aceh dan Sumut masih ada pengungsi.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menargetkan tidak ada lagi pengungsi bencana di tiga pulau Sumatra yang tinggal di tenda sebelum Lebaran Idulfitri.

Ia menegaskan bahwa menurunnya jumlah pengungsi di tenda jadi indikator pemulihan pasca bencana.

“Saya sengaja mengundang kaitan dengan masalah pengungsian, terutama yang masih ada di tenda karena kita berharap sebelum lebaran tidak ada lagi yang ada di tenda,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Tito yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mendorong agar pengungsi yang masih berada di tenda segera dipindahkan ke hunian sementara (huntara) atau melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH).

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar para pengungsi mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menegaskan keberadaan pengungsi di tenda hingga memasuki bulan ketiga pascabencana menjadi perhatian pemerintah.

“Jadi kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga, bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak bencana terus menurun.

Di Provinsi Sumatera Barat sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.

Baca Juga: Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang

Edo, saat di temui di Gampong Sukajadi Aceh Tamiang. [Suara.com/Iskandar]

Sementara di Provinsi Aceh, pengungsi masih berada di sejumlah wilayah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, dan Gayo Lues.

Adapun di Provinsi Sumatera Utara, pengungsi masih berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

“Intinya adalah kita melihat masih ada yang ada di tenda, dan ini kita perlu selesaikan. Kita perlu apa solusinya supaya mereka tidak ada di tenda,” kata Tito.

Ia menekankan percepatan pembangunan hunian sementara maupun penyaluran Dana Tunggu Hunian perlu dilakukan agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.

Load More