- Polsek Kramat Jati memburu spesialis pencurian uang takziah di Jakarta Timur yang aksinya terekam CCTV.
- Pelaku diduga telah melakukan aksi serupa di dua lokasi sebelumnya dengan modus berpura-pura menjadi pelayat.
- Polisi menggunakan sketsa wajah dan rekaman untuk identifikasi, namun pelaku kuat dugaan telah meninggalkan lokasi persembunyian.
Suara.com - Aksi kriminalitas dengan modus yang tidak biasa tengah menggegerkan warga Jakarta Timur, khususnya di kawasan Kramat Jati. Seorang perempuan diduga kuat menjadi spesialis pencurian uang takziah dengan memanfaatkan situasi duka di rumah warga.
Saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Kramat Jati terus bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya mulai terkuak melalui metode identifikasi kepolisian.
Kepolisian Sektor (Polsek) Kramat Jati kini tengah berupaya keras mengungkap identitas asli perempuan tersebut.
Salah satu langkah teknis yang diambil adalah dengan menyusun dan menggunakan sketsa wajah berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang melihat langsung keberadaan pelaku di lokasi kejadian.
Upaya ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku yang rekaman aksinya sempat viral di media sosial.
Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, memberikan penjelasan terkait perkembangan terbaru dari kasus ini.
Menurutnya, proses identifikasi masih terus berjalan meskipun tim di lapangan menghadapi beberapa kendala teknis.
"Identifikasi belum maksimal, baru dicek menggunakan sketsa wajah. Masih proses penyelidikan," kata Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Penyelidikan intensif terus dilakukan dengan menyisir berbagai petunjuk, termasuk menelusuri keberadaan pelaku melalui video rekaman yang beredar luas.
Baca Juga: Digagalkan Pemilik Rumah, 3 Calon Pencuri Motor di Jagakarsa Babak Belur Diamuk Massa!
Namun, hingga saat ini, sosok perempuan tersebut masih dalam pengejaran dan belum berhasil diamankan oleh petugas.
Polisi menduga bahwa viralnya kasus ini di jagat maya membuat pelaku menyadari bahwa dirinya tengah menjadi incaran petugas dan masyarakat.
Fadoli mengungkapkan bahwa pelaku kemungkinan besar telah meninggalkan lokasi persembunyiannya setelah menyadari aksinya menjadi konsumsi publik secara luas.
"Sudah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara masih belum ada hasil. Mungkin karena kasusnya viral, jadi pelaku pergi jauh," ujar Fadoli dilansir Antara.
Meskipun demikian, tim penyidik tidak berhenti dan terus mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat guna mengungkap titik terang keberadaan perempuan tersebut.
Dalam proses pengumpulan informasi, polisi sempat menerima beberapa laporan dari warga yang mengaku mengenali pelaku.
Namun, setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan, informasi tersebut ternyata tidak akurat.
"Kemarin, ada beberapa informasi katanya kenal, ternyata bukan," ucap Fadoli.
Berdasarkan data penyelidikan sementara, muncul dugaan bahwa pelaku memiliki alamat atau berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, namun hal ini masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.
Mengenai kerugian materiil yang dialami oleh keluarga korban di Kramat Jati, pihak kepolisian belum bisa memberikan angka pasti.
Hal ini dikarenakan sumbangan dari para pelayat yang berada di dalam amplop-amplop tersebut belum sempat didata oleh pihak keluarga sebelum digasak oleh pelaku.
"Karena sumbangan warga yang ada di amplop belum sempat dibuka dan dihitung oleh keluarga, jadi tidak diketahui jumlahnya," ungkap Fadoli.
Aksi pencurian di Kramat Jati ini ternyata bukanlah aksi tunggal. Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan, polisi menemukan fakta mengejutkan bahwa pelaku yang sama diduga telah beraksi di dua lokasi berbeda sebelumnya.
Pola kejahatan yang dilakukan menunjukkan bahwa perempuan ini adalah pemain lama yang memang menyasar rumah-rumah duka.
"Iya, betul, sama seperti dua kejadian sebelumnya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/3).
Dengan terungkapnya fakta ini, maka pelaku tercatat telah melakukan tindak kejahatan serupa sebanyak tiga kali di wilayah hukum Jakarta Timur dengan modus operandi yang identik, yakni berpura-pura menjadi pelayat yang ikut berduka.
Pihak kepolisian memastikan bahwa ciri-ciri pelaku dalam kasus di Kramat Jati sangat identik dengan pelaku di dua lokasi sebelumnya.
"Betul, memang kasus dan pelakunya sama," ujar Fadoli.
Berdasarkan data kepolisian, dua tindak kejahatan serupa sebelumnya terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025, dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026.
Dalam menjalankan aksinya, perempuan ini menggunakan pola yang sangat rapi untuk mengelabui keluarga almarhum dan pelayat lainnya.
Ia mendatangi rumah duka dan berakting seolah-olah mengenal dekat keluarga yang sedang berduka. Strategi ini dilakukan agar ia bisa berbaur dengan mudah tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun dari warga sekitar atau pihak keluarga.
Saat situasi di rumah duka mulai ramai dan perhatian keluarga teralihkan oleh prosesi takziah, pelaku segera memanfaatkan kelengahan tersebut.
Ia diduga mengambil uang sumbangan takziah yang biasanya diletakkan di tempat tertentu sebelum sempat diamankan oleh pihak keluarga.
Aksi nekat ini terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di salah satu lokasi, yang kemudian menjadi bukti vital bagi kepolisian.
Penyidik kini fokus mengumpulkan bukti tambahan, termasuk mendalami rekaman CCTV dari tiga lokasi berbeda untuk memperkuat konstruksi kasus.
Salah satu rekaman yang paling jelas berasal dari kejadian di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, pada Senin (2/3).
Dalam video yang juga diunggah oleh akun Instagram @info_cipayung tersebut, terlihat jelas pelaku melarikan diri ke luar rumah duka setelah berhasil melancarkan niat buruknya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat sosok yang memiliki kemiripan dengan sketsa wajah atau rekaman CCTV yang telah beredar.
Berita Terkait
-
Digagalkan Pemilik Rumah, 3 Calon Pencuri Motor di Jagakarsa Babak Belur Diamuk Massa!
-
Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya
-
Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia
-
Ahli BPK Bongkar Dugaan Penyimpangan di Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji
-
Jaksa Dilarang Kasasi, Menko Yusril Nyatakan Nasib Delpedro Cs Kini Final Setelah Putusan PN Jakpus
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Prabowo Diteriaki 'Penakut' oleh Massa Aksi Demonstrasi Tolak BoP
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Viral! Pemotor Lawan Arah di Pondok Labu Ngamuk Sambil Genggam Batu Saat Ditegur Warga