- Rustam Effendi Piliang menuding Pratikno sebagai otak utama di balik kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
- Informasi tersebut diperoleh Rustam melalui pertemuan dengan sejumlah aktivis senior serta pengakuan rekan dekat Eko Sulistyo.
- Rustam mendesak Presiden Prabowo memecat Pratikno dan berencana melaporkan Pratikno, Eko Sulistyo, serta Jokowi ke pihak berwajib.
Suara.com - Aktivis sekaligus tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo, Rustam Effendi Piliang, melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia secara terang-terangan menuding mantan Menteri Sekretaris Negara yang kini menjabat sebagai Menko di kabinet Prabowo, Pratikno, sebagai otak utama atau mastermind di balik pembuatan ijazah tersebut.
Hal ini disampaikan Rustam dalam podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV bersama host Margi Syarif. Rustam mengaku mendapatkan informasi ini setelah bertemu dengan sejumlah aktivis senior era 1980–1990-an di Jakarta baru-baru ini.
“Dia bilang sama saya, ‘Bang Rustam, Eko itu bukan otak dari ijazah palsu. Otaknya itu Pratikno’,” ujar Rustam menirukan ucapan seorang rekan dekat Eko Sulistyo (mantan KPU Solo) yang ia temui, dikutip pada Selasa (21/4/2026).
Rustam menjelaskan bahwa selama ini pihaknya mencurigai peran Eko Sulistyo alias Eko Panjul. Namun, berdasarkan pengakuan informannya, peran Pratikno jauh lebih sentral dalam menyusun skenario ijazah tersebut sejak Jokowi menjabat.
“Nah dari situ saya melihat benang merahnya antara Eko dan Pratikno. Walaupun menurut saya, kawan Pratikno ini mungkin untuk membela Eko, kalau dia bukan otaknya. Tapi dia sebutkan nama, otaknya Pratikno,” tegas Rustam.
Ia juga menambahkan bahwa mendiang Rizal Ramli pernah menyampaikan kecurigaan yang sama kepadanya, “Termasuk almarhum Rizal Ramli pernah bilang dengan saya, kalau otak ijazah itu Pratikno.”
Atas temuan informasi baru ini, Rustam meminta Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak tegas. Ia menilai keberadaan Pratikno di lingkaran kekuasaan saat ini sangat berbahaya bagi jalannya pemerintahan Prabowo.
“Saya minta kepada Pak Prabowo Subianto, ini orang harus dipecat ini orang nih, harus dibuang jauh-jauh, ini penyakit bangsa nih Pratikno. Dia memainkan situasi gaduh ini, dia membiarkan dan dia seolah-olah nggak terlibat,” cetus Rustam.
Ia bahkan mendesak agar Pratikno segera diproses secara hukum, “Pratikno jangan cuma dicopot tapi harus ditangkap supaya dia mempertanggungjawabkan keadaan negara ini.”
Baca Juga: Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo
Siap Laporkan Balik
Meski saat ini berstatus sebagai tersangka, Rustam mengaku tidak gentar. Alih-alih takut akan laporan polisi balik, ia justru berencana melaporkan Pratikno, Eko Sulistyo, hingga Jokowi ke pihak berwajib.
“Saya bukan hanya siap tuduhan dengan Pratikno, justru Pratikno yang akan kita laporkan. Pratikno, Eko Panjul, bahkan Jokowi. Karena tiga orang ini nih yang merusak,” ungkapnya.
Rustam meyakini bahwa meski kasus ini merupakan kejahatan terorganisir yang sistemik, kebenaran akan segera terungkap.
“Namanya kejahatan kebohongan nggak bisa ditutupi, akan terbongkar dengan mencari jalannya sendiri. Saya sudah mulai menginvestigasi siapa pembuat ijazah ini, mulai kelihatan benang merahnya,” pungkas Rustam.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo
-
Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi
-
Nasihat JK ke Jokowi Soal Ijazah: Kenapa Tidak Dikasih Lihat Agar Rakyat Tak Berkelahi
-
JK Murka Dituduh Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Mana Saya Kasih Rp 5 Miliar?
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Eskalasi Konflik Global Meningkat, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Misi TNI di UNIFIL
-
Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
-
Di Balik Ambisi B50 Dikritik: Diklaim Hemat Energi, Tapi Bebani Lingkungan dan Rakyat
-
Tinjau Sekolah Rakyat Sigi, Gus Ipul Pastikan Laptop Dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar
-
KPK Limpahkan Suap Impor Bea Cukai ke Pengadilan Tipikor, Nilai Lebih Rp40 Miliar
-
Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri
-
Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka
-
Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?
-
Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
-
Polisikan Ade Armando dan Abu Janda, Advokat Maluku Bawa Bukti Pelintiran Video JK