- Delpedro Marhaen dan tiga aktivis menyuarakan dukungan Palestina menjelang putusan sidang dugaan penghasutan di PN Jakarta Pusat.
- Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia keluar dari Board of Peace bentukan Donald Trump.
- Aktivis Syahdan Husein menuduh Presiden Prabowo sebagai antek asing di bawah kendali Pentagon dan sekutunya.
Suara.com - Direktur Eksekutif Lokataru Delpedro Marhaen dan tiga aktivis lainnya bicara soal posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Hal itu mereka sampaikan jelang sidang putusan kasus dugaan penghasutan aksi demonstrasi yang menjadikan Delpedro, Muzaffar Salim, Syahdan Husein, dan Khariq Anhar sebagai terdakwa.
“Kami menyampaikan duka cita, sekaligus kami memberikan dukungan solidaritas kepada Iran dan juga khususnya Palestina, dan mendorong untuk Pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo Subianto untuk keluar dari Board of Peace dan juga kemudian berpihak kepada kemerdekaan Palestina,” kata Delpedro di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Pernyataan itu lantas disahuti dengan kalimat takbir oleh pendukung mereka di ruang sidang. Kemudian, Syahdan menambahkan bahwa Presiden Prabowo kerap memberikan tuduhan antek-antek asing kepada massa demonstrasi.
“Jangan sampai pernyataan Prabowo yang menuduh para demonstran sebagai antek-antek asing, menyematkan pada dirinya sendiri sebagai antek-antek asing di bawah kendali Pentagon dan juga sekutunya. Maka kami tegaskan bahwa Prabowo adalah antek-antek asing!" tegas Syahdan.
“Antek-antek asing! Hey, antek-antek asing! Sekali lagi! Hey, antek-antek asing!” teriak dia.
Lebih lanjut, para pendukung mereka yang ada di ruang sidang meneriakkan yel-yel berbunyi “Free, free Palestine!”
Berita Terkait
-
Daftar Menu Nusantara dan Isi Pidato 3 Jam Prabowo saat Kumpulkan Ulama di Istana
-
Optimis Bebas Jelang Vonis Kasus Hasutan Demo, Delpedro Cs Soroti Nasib Tahanan Politik Lain
-
Aliansi Mahasiswa Demo di DPR Tolak BoP dan Serukan Lawan Imperialisme, Ribuan Polisi Disiagakan
-
Bocah SD 'Roasting' Prabowo Subianto Pakai Istilah Politik Sensitif, Antek Asing Ikut Diucap
-
Waspadai Sikap Ngawur Donald Trump, Pakar UGM Sarankan Diplomasi Halus Terkait Ide Keluar dari BoP
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim
-
Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon
-
Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500
-
Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman
-
Singapura Beri Jalan, KPK Targetkan Ekstradisi Paulus Tannos Rampung Cepat
-
Bantah Sembunyi, Silmy Karim Ngaku Cuma Jalani Agenda Biasa Saat Jadi Buruan KPK