- Singapore Airlines mengutamakan keselamatan melalui armada modern, efisiensi operasional, dan teknologi canggih untuk menghadapi turbulensi.
- Maskapai ini meningkatkan layanan pelanggan dan efisiensi operasional dengan mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) generatif dari OpenAI.
- Penumpang mengapresiasi konsistensi kualitas layanan premium, termasuk kenyamanan kabin dan detail perhatian kru, bahkan saat cuaca buruk.
Suara.com - Di antara deru mesin yang stabil dan suara pelan percakapan para penumpang, Assyfa Octaviyani Istiqomah duduk sambil menunggu hidangan disajikan. Penerbangan dari Jakarta menuju Singapura bersama Singapore Airlines kali ini membuatnya antusias. Ini bukan sebatas perjalanan lintas negara biasa, melainkan awal dari liburan yang telah ia rencanakan bersama sang suami, Ganjar.
Namun seperti biasa, wanita yang kerap dipanggil Syfa ini selalu menyimpan sedikit kecemasan setiap kali pesawat tinggal landas.
Kekhawatiran itu terasa semakin relevan di tengah perubahan iklim yang kian nyata. Pola cuaca yang semakin dinamis membuat turbulensi menjadi lebih sering dibicarakan dalam dunia penerbangan. Memilih maskapai dengan reputasi kuat seperti Singapore Airlines membuatnya merasa lebih tenang sejak awal.
Selama satu dekade terakhir, Singapore Airlines konsisten meraih pengakuan sebagai Best Airline in Asia versi Skytrax World Airline Awards. Bagi Syfa, reputasi itu terasa nyata bukan hanya saat kabin nyaman dan langit cerah, tetapi juga ketika situasi menuntut kewaspadaan ekstra.
"Saya memang lumayan takut setiap kali naik pesawat. Pilih Singapore Airlines karena kualitas pelayanannya konsisten, mulai dari kenyamanan kabin, pelayanan kru, sampai makanan di pesawat," kata Syfa saat berbincang dengan Suara.com, (2/2/2026).
Syfa masih mengingat dengan jelas saat pesawat melewati area dengan cuaca kurang bersahabat. Lampu sabuk pengaman menyala dan layanan makanan dihentikan sementara. Kru kabin bergerak sigap memastikan semua penumpang duduk dengan aman memakai sabuk.
"Waktu itu turbulensinya lumayan membekas. Pesawat terasa tiba-tiba seperti turun dan terus bergoyang-goyang sampai beberapa menit," kata Syfa.
Suara pilot dari kokpit melalui pengeras suara terdengar jelas dan stabil, memberikan penjelasan mengenai kondisi cuaca serta langkah yang diambil. Bagi Syfa, penjelasan sederhana itu membuatnya merasa dilibatkan dan tidak dibiarkan menebak-nebak. Awak kabin pun menunjukkan bahasa tubuh yang tenang, tidak tergesa, tidak menunjukkan kepanikan.
Beberapa saat kemudian, kondisi kembali stabil. Layanan makanan kembali dilanjutkan, senyum para kru kabin tetap terjaga.
"Setelah itu all good. Pramugari kembali bekerja. Pilot informatif juga," ujar Syfa.
Momen tersebut justru mempertegas kesan Syfa terhadap maskapai yang selama ini dikenal luas karena standar pelayanannya. Ada banyak detail kecil yang sering luput dari perhatian justru dihadirkan oleh Singapore Airlines.
Sebelum keberangkatan, Syfa merasakan alur check-in yang jelas dan efisien. Sesaat sebelum menaiki kabin pesawat, ia menerima earphone yang dapat dibawa pulang tanpa biaya tambahan.
Setelah duduk di kursi, pramugari membagikan handuk hangat kepada penumpang. Penumpang bisa menggunakannya untuk sekadar mengelap tangan ataupun wajah. Aroma lembut yang menguar dari handuk hangat tersebut memberikan kesegaran sebelum pesawat benar-benar mengudara.
Selama penerbangan berlangsung, penumpang juga dapat menikmati akses WiFi gratis serta koleksi film dan musik terkini yang bisa dinikmati untuk memperkaya pengalaman di udara.
"Pelayanan dan entertainment Singapore Airlines terbaik sih. Ini yang membedakan dengan maskapai lainnya," kata Syfa.
Berita Terkait
-
Kisah Sukses BRILink Agen Kursumawati, Raih Grand Prize Super BRILink Agen 2025
-
Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia
-
Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?
-
Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?
-
Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan