- Singapore Airlines mengutamakan keselamatan melalui armada modern, efisiensi operasional, dan teknologi canggih untuk menghadapi turbulensi.
- Maskapai ini meningkatkan layanan pelanggan dan efisiensi operasional dengan mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) generatif dari OpenAI.
- Penumpang mengapresiasi konsistensi kualitas layanan premium, termasuk kenyamanan kabin dan detail perhatian kru, bahkan saat cuaca buruk.
Pengalaman positif serupa juga dirasakan Kalandra. Perempuan asal Surabaya itu terbang dari Surabaya menuju Arab Saudi bersama Singapore Airlines pada pertengahan 2025. Meski memesan tiket kelas ekonomi, ia mengaku mendapatkan kenyamanan yang berbeda dibandingkan penerbangan ekonomi yang pernah ia coba sebelumnya.
“Ekonominya SIA (Singapore Airlines) memang beda, sangat nyaman. Makanannya juga enak banget,” kata Kalandra saat dihubungi Suara.com.
Perbedaan terasa sejak awal ia duduk di kursi. Ruang kaki yang lega, sandaran yang nyaman hingga penyajian makanan yang rapi membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih ringan. Awak kabin pun dinilainya sigap dan ramah dalam melayani seluruh penumpang.
Salah satu detail kecil yang paling ia ingat adalah handuk hangat yang dibagikan sebelum pesawat mengudara.
"Wanginya enak banget kayak di tempat spa, bikin rileks. Overall pelayanan SIA memang terbaik sih," ujarnya.
Kesan serupa datang dari Naomi. Ia bahkan menjadikan Singapore Airlines sebagai maskapai favorit setiap kali bepergian ke luar negeri. Menurutnya, konsistensi pelayanan kru kabin dan kenyamanan kursi menjadi alasan utama ia tetap setia.
"Maskapai favorit banget mau ke negara manapun harus SIA, walaupun harus transit di Singapura dulu, terbayar dengan pelayanannya," katanya.
Kesiapan Singapore Airlines Hadapi Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim global bukan lagi sebuah gagasan, melainkan sudah benar-benar terjadi dan dampaknya terasa nyata, terlebih di dunia penerbangan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh profesor ilmu atmosfer University of Reading, Paul Williams, pemanasan global telah mengubah pola angin di atmosfer atas khususnya perbedaan kecepatan angin (wind sher) yang menjadi pemicu utama turbulensi dalam dunia penerbangan.
Merujuk penelitian tersebut, jenis turbulensi yang paling berbahaya, yakni Clear Air Turbulence berpotensi meningkat dua sampai tiga kali lipat dalam beberapa dekade mendatang. Turbulensi ini sulit diprediksi karena tidak berkaitan dengan awan atau badai sehingga sering terjadi tanpa peringatan.
Menghadapi tantangan perubahan iklim tersebut, Public Relations Manager Indonesia, Singapore Airlines, Kleopas Danang Bintoroyakti mengatakan, Singapore Airlines berkomitmen tinggi untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang dan karyawan sekaligus memastikan layanan yang andal dan berkualitas tinggi.
"Di SIA , keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang kami ambil," kata Kleopas kepada Suara.com.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Singapore Airlines telah menerapkan pendekatan yang menyeluruh melalui beberapa langkah terukur. Langkah pertama yang dilakukan adalah penyediaan armada pesawat modern.
Pesawat-pesawat yang digunakan oleh Singapore Airlines merupakan pesawat generasi terbaru seperti A350 dan Boeing 787 yang umumnya 25 persen lebih hemat bahan bakar dibandingkan model generasi lama.
Sepanjang 2024-2025, Singapore Airlines Group telah menambah 12 pesawat generasi baru dan menghentikan operasional beberapa pesawat lama. Jumlah pesawat generasi baru per 31 Maret 2025 tercatat ada sebanyak 70 persen, naik 42 persen dari 2019-2020.
"Pesawat juga dilengkapi dengan sistem avionik canggih dan teknologi penghindaran cuaca. Hal ini membantu menurunkan intensitas emisi sekaligus mengelola risiko operasional," kata Kleopas.
Berita Terkait
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Surabaya Pertahankan Predikat SAKIP "AA", Konsisten di Puncak Akuntabilitas Nasional
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Dari Langit Dunia ke Nusantara: Jaringan Singapore Airlines yang Bikin Indonesia Makin Terhubung
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- 10 Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri Terdekat di Jakarta
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Ahli BPK Bongkar Dugaan Penyimpangan di Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji
-
Jaksa Dilarang Kasasi, Menko Yusril Nyatakan Nasib Delpedro Cs Kini Final Setelah Putusan PN Jakpus
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Prabowo Diteriaki 'Penakut' oleh Massa Aksi Demonstrasi Tolak BoP
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Viral! Pemotor Lawan Arah di Pondok Labu Ngamuk Sambil Genggam Batu Saat Ditegur Warga
-
BPK Jelaskan soal Kerugian Keuangan Negara dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jaksel